Laporkan Masalah

HUBUNGAN KETIDAKINGINAN MENAMBAH ANAK DENGAN PERILAKU KB PADA PASANGAN MUDA DI INDONESIA: Analisis SDKI 2012

HERI KUSYANTO, Agus Joko Pitoyo, S.Si, MA.

2014 | Tesis | S2 Kependudukan

Pencapaian Contraceptive Prevalence Rate (CPR) meningkat di Indonesia, tetapi tidak disertai penurunan Total Fertility Rate (TFR). Keinginan menambah anak berikutnya setelah anak mempunyai dua anak pada Pasangan Usia Subur (PUS) muda dimungkinkan menjadi penyumbang meningkatnya TFR. Bertolak dari permasalahan tersebut dilaksanakan kegiatan penelitian untuk mengkaji hubungan ketidakinginan menambah anak terhadap perilaku KB pada PUS muda di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian survei dengan rancangan cross sectional menggunakan data SDKI 2012. Subjek penelitian pasangan menikah monogami, usia istri 15-35 tahun dan sudah mempunyai dua anak. Uji statistik chi-square dan regresi logistik dengan Confidence Interval (CI) 95% dan p<0,05. Dari 1.380 pasangan muda ditemukan 48,3% menginginkan anak berikutnya, hanya 22,4% saja yang tidak menginginkan anak berikutnya. Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakinginan menambah anak adalah umur, pendidikan, tempat tinggal, jumlah anak ideal dan jenis kelamin anak masih hidup (p value < 0,05). Nilai anak menjadi faktor yang sangat berhubungan dengan ketidakinginan menambah anak, komposisi jenis kelamin anak menjadi faktor pemungkin terutama anak laki-laki. Pemakaian kontrasepsi yang tinggi (77,5%), terutama suntikan dan pil tidak diikuti pengetahuan yang tinggi tentang keuntungan dan kerugian metode tersebut, sehingga metode kontrasepsi yang lebih efektif dan efisien masih jarang digunakan. Ketidakinginan menambah anak berhubungan signifikan dengan pemakaian kontrasepsi modern (p value < 0,05). Setelah di analisa secara bersama ketidakinginan menambah anak, faktor sosiodemografi, nilai anak dan sikap terhadap KB dengan pemakaian kontrasepsi meningkatkan peluang dalam penggunaan kontrasepsi modern dari 1,5 kali menjadi 1,7 kali. Ketidakinginan menambah anak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku KB pada pasangan muda yang sudah mempunyai dua anak. Kata kunci: ketidakinginan menambah anak, pasangan muda, perilaku KB

In Indonesia, the achievement of Contraceptive Prevalence Rate (CPR) increased, but not accompanied by a decrease in Total Fertility Rate (TFR). The desire to add the next child after second child at a young couple possible contributor TFR. Desire to add the next child after has two children at the young couple be a possible contributor to the rising TFR. Starting from the problems of research activities carried out to examine the relationship unwillingness to add a child to the behavior of family planning in Indonesia. The method was used a survey research with cross sectional design using IDHS 2012 data research subject monogamous married couples, wives aged 15-35 years and had two children. Chi-square statistical test and logistic regression with Confidence Interval (CI) of 95% and p <0.05. Of the 1,380 young couple found 48.3% wanted more children, only 22.4% who do not want the next child. Factors associated with unwillingness to add the child is of age, education, place of residence, the ideal number of children and gender of children still living (p value <0.05). The value of the child to be a factor that is highly correlated with the unwillingness to add the child, the child sex composition into enabling factors, especially boys. The use of contraception is high (77.5%), especially injections and pills do not follow the high knowledge about the advantages and disadvantages of the method, so that method of contraception is more effective and efficient is still rarely used. Add to children's unwillingness significantly associated with the use of modern contraception (p value <0.05). Having analyzed together unwillingness to add a child, sociodemographic factors, values and attitudes towards child birth with the use of contraception increases the odds of modern contraceptive use from 1.5 to 1.7. Unwillingness to add the child has a significant relationship to the behavior of KB on young couples who already have two children. Keywords: unwillingness to add children, young couples, family planning behavior.

Kata Kunci : ketidakinginan menambah anak, pasangan muda, perilaku KB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.