Laporkan Masalah

EFEKTIFITAS PENATAAN KAWASAN PEDESTRIAN DI MALIOBORO TERHADAP KINERJA JALAN DAN TINGKAT POLUSI UDARA DI SEKITARNYA

Yustina Niken R.H., Dr. Eng. M. Zudhy Irawan, S.T., M.T.

2014 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Kota Yogyakarta merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 4 pusat koridor jalan, yaitu koridor Jalan Mangkubumi, Malioboro, Keraton, dan Panggung Krapyak. Koridor jalan dengan pusat kegiatan pariwisata dan perdagangan yang dengan tingkat mobilitas pengunjung tertinggi adalah Jalan Malioboro. Pemerintah Yogyakarta membuat jalur khusus pejalan kaki di sepanjang koridor Jalan Malioboro/A. Yani pada tahun 1980-an untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas pengunjung,namun semakin padatnya kawasan Malioboro menjadikan jalur khusus pejalan kaki dibanjiri dengan pedagang lima dan parkir-parkir liar. Oleh karena itu, untuk mengembalikan fungsi kawasan pedestrian di Malioboro perlu dilakukan penataan kawasan yang memprioritaskan pejalan kaki dan pengguna kendaraan tidak bermotor serta angkutan umum. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan kondisi eksisting dari kawasan Malioboro dan selanjutnya akan dilakukan pemodelan kondisi 3 skenario penataan kawasan pedestrian di Malioboro berupa penutupan Jalan Malioboro dengan rekomendasi jalan sebagai akses baru pergerakan pengunjung dan penduduk di sekitar kawasan Malioboro beserta kantong parkir alternatif pada outline kawasan Malioboro. Skenario yang diterapkan pada penelitian ini antara lain penyediaan kantong parkir off street di Abu Bakar Ali, gedung bekas Bioskop Indra, dan Kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta. Penerapan kantong parkir tersebut dilakukan secara bertahap untuk setiap skenario. Penerapan skenario terbaik adalah pada skenario 3 yaitu penyediaan kantong parkir pada 3 titik di Abu Bakar Ali, gedung bekas Bioskop Indra, dan Kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta. Pada kondisi skenario 3 dicapai kondisi penerapan skenario terbaik dalam mengatasi permasalahan baru yang timbul dengan adanya penataan kawasan pedestrian di Malioboro, dengan tundaan rata-rata jaringan jalan sebesar 2 menit 43 detik, panjang antrian rata-rata 63,1 detik, tingkat polusi CO2 rata-rata simpang 106200 gram/jam, dan NOx rata-rata simpang 63 gram/jam. Penerapan kantong parkir pada skenario 3 mampu memfasilitasi kebutuhan parkir secara merata karena kantong-kantong parkir diletakkan secara menyebar di utara dan selatan kawasan Malioboro. Kata kunci: Kawasan Pedestrian Malioboro, Kantong Parkir, Panjang Antrian, Tundaan, Tingkat Polusi Udara

Yogyakarta is the capital and administrative center of Yogyakarta with 4 central road corridor, the corridor Mangkubumi Street, Malioboro, Sultan Palace, and Stage Krapyak. The road corridor with the highest degree of mobility of visitors is Jalan Malioboro. Government of Yogyakarta make special lane pedestrian corridor along Malioboro road in the 1980 to facilitate the mobility needs of visitors, but traffic density on Malioboro/A.Yani street increased which makes pedestrian lane become street vendors area and illegal parking. Therefore, to restore function in the pedestrian area need to restructure Malioboro that prioritize pedestrians and non-motorized transport and public transport. In this research, modeling of existing conditions and the Malioboro area which will require 3 conditions modeling scenarios to arrange pedestrian area in the form of the closure of Malioboro street with new movement access of visitors and residents around the Malioboro area and also alternative parking in the outline of Malioboro area. Scenarios applied to this study include the provision of off street parking in Abu Bakar Ali, former Indra building, and the Office of Tourism Department of Yogyakarta. Application of the off street parking pockets is done in stages for each scenario. The best application scenario is scenario 3, that the provision of off street parking pockets in Abu Bakar Ali, former Indra building, and the Office of Tourism Department of Yogyakarta. In scenario 3 conditions achieved the best condition of application scenarios in overcoming problems that arise with the new arrangement in the pedestrian area of Malioboro, with average delay 2 minute 43 second of the road network, average queue length 63.1 second, the intersection average rate of CO2 pollution 106200 grams/hour, and the intersection average rate of NOx pollution 63 grams/hour. Application of the off street parking pockets on scenario 3 is able to facilitate the parking needs because parking pockets placed spread on the north and south of Malioboro area. Keywords: Pedestrian Malioboro Area, Parking Pockets, Queue Length, Delay, Air Pollution Levels

Kata Kunci : Kawasan Pedestrian Malioboro, Kantong Parkir, Panjang Antrian, Tundaan, Tingkat Polusi Udara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.