Laporkan Masalah

EVALUASI TINGKAT EFISIENSI PROGRAM PENDIDIKAN DASAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS

NURHAZANA, Prof. Dr. Indra Bastian, MBA, CMA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan. Dalam Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menyebutkan adanya informasi tambahan termasuk rincian mengenai output entitas dan outcomes dalam bentuk indikator kinerja keuangan, laporan kinerja keuangan, tinjauan program dan laporan lain mengenai pencapaian kinerja keuangan entitas selama periode pelaporan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kelangkaan informasi tentang efisiensi program pendidikan Secara umum salah satu temuan penting dari penelitian ini ialah adanya perubahan kebijakan terhadap kurikulum, dan perubahan kebijakan pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah dapat mempengaruhi outcome sekolah. Hasil penelitian yang mewakili kondisi rill di tingkat sekolah ini mempunyai implikasi yang luas terhadap kebijakan program pendidikan dasar (Wajib belajar 9 tahun) di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan itu sendiri. dasar (Wajib belajar 9 tahun) dan dampaknya terhadap outcome kualitas pendidikan dasar di D.I Yogyakarta. Indikator input dan output pendidikan dikumpulkan dari 27 sekolah pada 5 kabupaten/kota di D.I Yogyakarta. Untuk mengatasi masalah spesifikasi, analisis DEA digunakan untuk mengukur efisiensi input dan output. DEA bekerja dengan langkah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang akan dievaluasi, selanjutnya dihitung nilai produktivitas dan mengidentifikasi sekolah mana yang tidak menggunakan input secara efisien atau tidak menghasilkan output secara optimal. Kata kunci: Efisiensi, Wajib Belajar 9 Tahun, DEA

One of the real efforts to achieve transparency and accountability of financial management is the delivery of financial accountability report. in the Government Accounting Standards (Standar Akuntansi Pemerintahan/SAP), mentions the existence of additional information including details on outputs and outcomes in the form of the entity's financial performance indicators, financial report, review programs and other statements regarding the achievement of the entity's financial performance during the reporting period. This study was conducted to fill the dearth of information about the efficiency of basic education programs (compulsory 9 years) and their impact on the quality of primary education outcomes in Yogyakarta. Indicators of educational inputs and outputs were collected from 27 schools in 5 districts/cities in D.I Yogyakarta. To solve the problem specification, analysis DEA is used to measure the efficiency of inputs and outputs. DEA works with schools to identify measures that will be evaluated, then calculated the value of productivity and identify which school does not use inputs efficiently or do not produce output optimally. In general, one of the important findings of this study is the change in policy on curriculum, education financing and policy changes made by the government can affect the outcome of the school. The results of the study are representative of the real conditions at the school level has broad implications for the policy programs of basic education (compulsory 9 years) at the national, provincial, district/city, and education unit itself. Keywords: Efficiency, 9-Year Compulsory Education, DEA

Kata Kunci : Efisiensi, Wajib Belajar 9 Tahun, DEA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.