Laporkan Masalah

Pemanfaatan kredit bagi usaha rumah tangga tani di Pulau Lombok

SUDJATMIKO, Dwi Pratomo, Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, MSc

2001 | Disertasi | S3 Pertanian

Kebutuhan petani akan kredit untuk menambah modal usahanya merupakan fenomena yang banyak dijumpai di perdesaan. Meskipun telah disediakan berbagai skim kredit, baik kredit formal maupun informal, tetapi pengambilan kredit oleh petani masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan kredit bagi usaha rumahtangga tani, yaitu bagaimana petani menentukan pengambilan kredit, peranan kredit dalam peningkatan produksi dan pendapatan, dan faktor-faktor penyebab terjadinya tunggakan. Kegiatan penelitian dilakukan di 4 daerah tingkat II di P. Lombok yang meliputi: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Periode waktu penelitian benangsung selama 1 tahun yang mencakup musim tanam 1998 dan 1998/1999. Petani sampel diambil secara purposif, terdiri dari petani yang mengambil KUT 72 orang, mengambil kredit P4K 72 orang, mengambil kredit umum 36 orang, mengambil kredit informal 36 orang dan yang tidak mengambil kredit 36 orang; sehingga jumlah keseluruhannya 252 orang. Metode analisis menggunakan analisis regresi, antara lain dengan model PROBIT dan analisis tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kredit oleh petani masih rendah karena prosedur pengajuan, biaya kredit lain dan agunan. Faktor- faktor yang berpengaruh positip terhadap besar kredit yang diambil petani adalah: pendapatan, banyaknya usaha, pengalaman usaha pokok, fasilitas transportasi, dan pendidikan petani. Faktor yang berpengaruh negatip adalah umur petani. Petani memilih mengambil kredit formal karena tingkat bunganya rendah dan jangka waktu pengembaliannya'cukup panjang. Petani memilih kredit informal dengan pertimbangan prosedur pengajuannya mudah, realisasi kreditnya cepat dan tepat waktu. Hanya input komersial yang penting dan cukup mahal seperti pupuk KCI dan benih padi unggul yang berpengaruh positip terhadap besar kredit yang diambil petani. Berbagai skim kredit di P. Lombok berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan petani, kecuali pada KUT. Penampilan skim kredit yang terbaik adalah Kupedes, P4K dan Kukesra. Skim kredit lDT dan KUT termasuk buruk yang ditunjukkan dengan tunggakan kredit yang besar. Faktor yang berpengaruh positip terhadap probabilitas terjadinya tunggakan adalah besar kredit. Faktor-faktor yang berpengaruh negatip terhadap tunggakan adalah: pendapatan, frekuensi pengambilan kredit, ketepatan waktu realisasi, alokasi penggunaan pendapatan dan lokasi tempat tinggal petani. Model PROBIT sangat sesuai untuk analisis regresi yang menggunakan model pilihan kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tunggakan.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Kredit Pertanian,Usaha Rumah Tangga Tani


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.