Aplikasi Jamur Mikoriza dan Pot Organik pada Media Pasir Erupsi Merapi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & JW Grimes)
Richard R. P. N, Dr. Ir. Haryono Supriyo, M.Agr.Sc
2014 | Tesis | S2 Ilmu KehutananGunung api Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan letusannya pada tahun 2010 telah mengakibatkan kerusakan lingkungan berupa lahan kritis pada daerah terdampak erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk memerbaiki lahan kritis akibat erupsi gunung api Merapi tersebut melalui aplikasi jamur mikoriza vesikular arbuskular (MVA) dan pemanfaatan pot organik untuk meningkatkan pertumbuhan semai sengon dalam percobaan rumah kaca. Penelitian disusun berdasarkan rancangan Split Plot pola faktorial 2 x 2 x 2 x 3. Dua faktor pertama terdiri dari media pasir Kali Adem (KA) dan media pasir + abu vulkanik Kalitengah Lor (KL). Dua faktor kedua: tanpa inokulasi MVA (M0) dan inokulasi MVA (M1). Dua faktor ketiga: tanpa menggunakan pot organik (P0) dan menggunakan pot organik (P1). Tiga faktor keempat: penyiraman semai sekali 3 hari (S3), penyiraman semai sekali 6 hari (S6), dan penyiraman semai sekali 9 hari (S9). Masingmasing kombinasi perlakuan diulang 5 kali. Peran mikoriza dan pot organik diuji dengan mengukur tinggi semai, diameter semai, serta biomassa semai. Pengujian infeksi mikoriza dilakukan dengan persen infeksi akar bermikoriza, jumlah spora, dan identifikasi spora. Seluruh data dianalisis dengan analisis varians dan untuk membedakan antar perlakuan dilakukan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi MVA berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi, diameter dan biomassa semai, serta persen infeksi dan jumlah spora. Semai yang diinokulasi mikoriza mengalami peningkatan pertumbuhan tinggi dan diameter berturut-turut sebesar 74,13% dan 83,87% dibanding dengan semai yang tidak diinokulasi mikoriza, setelah 4 bulan penanaman. Kombinasi penggunaan pot organik dengan inokulasi mikoriza belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter semai, akan tetapi semai yang tidak menggunakan pot organik menunjukkan gejala kekeringan dan akan mati jika rentang waktu penelitian lebih panjang. Seluruh perlakuan yang diinokulasi mikoriza baik pada semai yang menggunakan pot organik maupun yang tidak, menghasilkan persen infeksi 100%. Tingginya persen infeksi mikoriza pada akar akhirnya meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter semai hampir dua kali lipat dari semai yang tidak terinfeksi mikoriza setelah 4 bulan penanaman
Merapi volcano is one of the most active volcanoes in the world. Merapi volcanic eruption in 2010 has resulted in environmental damage in the form of degraded land in affected eruption areas. Aims of this research were to improve degraded land due to the eruption of the Merapi volcano through the application of mycorrhizal fungi and utilization of organic pots to improve sengon seedling growth in greenhouse experiments. The factorial 2 x 2 x 2 x 3 was arrenged in Split Plot design. Two first treatment factors were Kali Adem sand medium (KA) and Kalitengah Lor sand + volcanic ash medium (KL). Two second treatment factors were without mycorrhizal inoculation (M0) and MVA inoculation (M1). Two third factor were without using organic pot (P0) and using organic pot (P1). Three fourth factors were watering the seedling once 3 days (S3), watering the seedlings once 6 days (S6), and watering the seedlings once 9 days (S9). Each treatment combination was replicated 5 times. The role of mycorrhiza and organic pot was measured in term of seedling height, seedling diameter, and seedling biomass. The formation of mycorrhiza was measured in terms infection intensity of VAM, the number of spores, and the spore identification. Data were analyzed using analysis of variance to detect any significant effect of treatment. Duncan’s Multiple Range Test was applied to compare the treatment means. Result of experiment indicated that MVA inoculation significantly affected the increase in height, diameter and biomass of seedlings, as well as the percent of infection and the number of spores. Mycorrhizal inoculation increased the growth of seedlings height and diameter for 74.13% and 83.87% respectively, compared to non-mycorrhizal inoculation, after 4 months planting. The combination of organic pots use with mycorrhizal inoculation has not shown any significant effect on the growth of seedling height and diameter, but the seedlings were not using organic pot show drought symptoms and would die if the study period is longer. All treatments with mycorrhizal inoculation in seedlings using organic pot or not, showed 100% percent infection. The high of mycorrhizal infection percent in roots finally improve seedling height and diameter growth nearly twice compare to non-infected seedlings after 4 months planting.
Kata Kunci : Gunung api Merapi, mikoriza, pot organik, sengon