PENGARUH PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP BENTUK KELUARGA MASYARAKAT MATRILINEAL MOSO DI KAMPUNG LUOSHUI, PROVINSI YUNNAN, TIONGKOK
GE, RUI, Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M.A
2014 | Tesis | S2 AntropologiEtnis Moso merupakan kelompok matrilineal yang bersejarah ribuan tahun dalam masyarakat Tiongkok. Keluarga besar merupakan unit masyarakat Moso. Satu keluarga Moso terdiri dari belasan anggota yang berhubungan darah semua. Perempuan yang tertua sebagai kepala keluarga. Laki-laki dan perempuan melahirkan anak melalui menjalin hubungan perkawinan kunjung. Anak-anak dan semua harta benda keluarga diwariskan oleh para anggota perempuan keluarga. Dalam masyarakat tradisional, Orang Moso mencukupi diri dengan usaha pertanian, perikanan, perternakan dan perdagangan. Seiring dengan pengembangan industri pariwisata, industri pariwisata mengganti industri tradisional menjadi usaha utama di kampung Moso yang namanya Kampung Luoshui. Secara metodologis, saya menggunakan fungsionalisme struktural pada penelitian ini. Dua landasan teori yang digunakan dalam tesis ini: Industrialisasi dan pola kekeluargaan dari William J. Goode dan teori akulturasi dalam adaptasi kebudayaan. Dalam penelitian ini, saya menemukan perubahan struktur industri mengakibatkan perubahan strukur sosial di Kampung Luoshui, masyarakat matrilineal Moso. Pengembangan pariwisata memicu kehadiran keluarga kecil. Keruntuhan bentuk keluarga besar matrilineal menggoyahkan struktur matrilineal Moso.
Moso is a matrilineal ethnic group which has existed thousands of years in the history of China. Big family is the basic unit of Moso society. One Moso family has a dozen members who are all blood related. The oldest women is the leader of the big family. Men and women Moso give birth to babies through Male-leaving Marriges. Children and all the family property inherited by the female members of the family. In traditional society, Moso People live self sufficient by farming, fishing, animal husbandry and trade. With the development of the tourism industry, the tourism industry has replaced traditional industry and is becoming major business in the village named Kampung Luoshui in area Moso . Methodologically, I use structural functionalism in the study. Two basic theory used in this thesis are Industrialization and Familial pattern from William J. Goode and Acculturation Theory in Cultural Adaptation. In this study, I found the change of industrial structure resulting in the changing in social structure in the village Luoshui, Moso matrilineal society. The development of tourism triggers the presence of small families. The collapse of big family which formed Moso society is shaking matrilineal structure Moso.
Kata Kunci : Masyarakat Matrilineal Moso, Industri Pariwisata, Bentuk Keluarga Moso, Perkawinan kunjung