Laporkan Masalah

PERILAKU OWA JAWA(Hylobates moloch) DALAM MENGGUNAKAN DAERAH JELAJAH DI HUTAN SOKOKEMBANG, PEKALONGAN

Nirmala Ayu Aryanti, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Sc

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Informasi mengenai owa jawa sangat beragam namun kurang mendalam mengenai perilaku penggunaan daerah jelajah khususnya di hutan Sokokembang, Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam memenuhi kebutuhannya owa jawa menggunakan sumberdaya lingkungan yang tersedia dalam daerah jelajahnya dan dilakukan secara hirarkis. Oleh karena itu dalam daerah jelajah terbentuk daerah dengan berbagai intensitas kehadiran satwa yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas daerah jelajah, perbedaan karakteristik lingkungan (biotik dan abiotik) dan perilaku kelompok owa jawa dalam daerah jelajahnya dengan intensitas kehadiran satwa tinggi (daerah inti) dan rendah. Daerah dengan tingkat intensitas yang berbeda dapat diketahui dengan menggunakan metode Kernel dalam program ekstensi HRT (Home Range Tools) untuk ArcGIS 9.3. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh daerah jelajah kelompok owa jawa di Slimpet – Bukit Watu Payung hutan Sokokembang memiliki luas 8,97 ha dengan luasan 2,49 ha merupakan daerah dengan intensitas kehadiran satwa yang tinggi. Terdapat perbedaan karakteristik biotik dan abiotik pada berbagai daerah dengan intensitas kehadiran satwa yang berbeda dalam daerah jelajah. Berdasarkan uji beda, perbedaan terletak pada ketinggian tempat, jumlah jenis tingkat pohon, jumlah jenis pohon pakan, luas bidang dasar pohon dan kerapatan pohon. Penutupan tajuk menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada berbagai daerah dengan intensitas kehadiran satwa yang berbeda. Terbentuknya daerah jelajah dengan tingkat intensitas kehadiran kelompok owa jawa yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam menggunakannya untuk beraktivitas. Kelompok owa jawa tampak sering hadir menggunakan daerah dengan intensitas kehadiran satwa yang tinggi untuk beraktivitas sebesar 71% dibandingkan daerah dengan intensitas kehadiran yang rendah sebesar 29%. Perbedaan tampak pada perilaku bergerak, beristirahat dan beraktivitas sosial. Hanya perilaku makan yang sama dalam menggunakan daerah jelajah dengan intensitas kehadiran satwa yang berbeda.

The information about Javan Gibbon is very diverse but less depth on the behavior of home range use in Sokokembang Forest, Pekalongan, Central Java. Javan gibbon group in using environmental resources available in its home range and hierarchically performed to survive. Hence, there are formed an area with various animal presence intensity within home range.The purposes of this study are to know home range, determine the differences of the environment characteristics (biotic and abiotic) and the behavior of Javan Gibbon group in home range with it’s presence in high intensity (core area) and low intensity. Regions with different intensity levels could be determined by using Kernel methods in extension programs HRT (Home Range Tools) for ArcGIS 9.3. Based on the analysis which has been done it was resulting that the home range of Javan Gibbon group in Slimpet – Watu Payung Hill, Sokokembang forest are 8.97 ha with 2.49 ha are areas of animal presence in high intensity. There are differences of biotic and abiotic characteristics in the various regions with different animal presence intensities in their home range. Based on T-test, the differences can be found in the altitude, the number of tree species, the number of food tree species, tree basal area and tree density. The canopy shows that there is no difference in various regions with different intensities presence. The formation of home range with the different of Javan Gibbon group presence causes the difference of using it for their activities. The Javan Gibbon group appears frequently in high intensity by 71% than the areas with low intensity presence by 29%. The difference in using the home range appears in the behavior of moving, resting and social activities. The feeding behavior is same in the home range with both high and low of intensity presence.

Kata Kunci : perilaku penggunaan, daerah jelajah, owa jawa, intensitas kehadiran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.