Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK DAN VARIASI KEMIRINGAN LERENG TERHADAP EROSI PADA TANAH PASIRAN PANTAI SELATAN KABUPATEN BANTUL

YULIANTO EKO SAPUTRO, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc;Dr. Ngadisih, STP., M.Sc

2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Erosi adalah fenomena alam yang tidak dapat dihindari terutama pada lahan pertanian. Oleh karena itu, untuk melestarikan tanah erosi harus dikontrol dengan menggunakan teknologi konservasi tanah dan air sehingga laju erosi berada dibawah laju erosi yang diijinkan. Pengolahan tanah minimum dan penambahan bahan organik untuk tanah umumnya digunakan untuk mengurangi laju erosi di lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan organik dan kemiringan lereng terhadap erosi pada tanah pasiran. Penelitian ini menggunakan bak tanah berukuran panjang 1,3 m; lebar 0,5 m ; dan tinggi 0,2 m dengan pemodelan erosi di laboratorium. Bak tanah diisi dengan tanah yang dicampur bahan organik dan diberi hujan buatan dengan menggunakan rain simulator. Intensitas hujan yang digunakan adalah 45 mm/jam. Penambahan bahan organik yang dilakukan adalah (2, 4, 6) kg/m2 dan variasi kemiringan lereng yang digunakan adalah 2,5 % dan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tanah adalah pasir berlempung dengan kandungan pasir 78,3 %; debu 17,52 %; dan lempung 4,17 %. Struktur tanah termasuk kategori granuler. Berat volume, berat jenis dan porositas tanah masing-masing adalah 1,65 gr/cm3; 2,76 gr/cm3; dan 39,91 %. Tanah mengandung bahan organik sekitar 1,36 %. Penambahan bahan organik menyebabkan volume infiltrasi semakin kecil. Penambahan bahan organik pada solum tanah 20 cm telah menyebabkan peningkatan massa tanah erosi. Hubungan matematis massa tanah tererosi (y) dan bahan organik (x) untuk kemiringan 2,5 % yaitu y = 0,1698e0,348x dan 5 % yaitu y = 0,068e0,6178x.

Erosion is a natural phenomena which can not be avoided particularly on agricultural land. To conserve soil, erosion should be controlled by using technology of soil and water conservation so the erosion rate is below the permitted erosion rate. Minimum tillage and addition of organic materials to soil are generally applied to reduce erosion rate in agricultural land. The aim of this study is to know the influence of addition organic materials and slope variations to erosion on sandy land. This research requires a soil box measuring 1.3 m long; width 0.5 m; and height of 0.2 m for modeling erosion in laboratory. The soil box filled with soil which were mixed with organic materials and it were given artificial rain using rain simulator. Rainfall intensity used was 45 mm/hour. The addition of organic materials was (2, 4, 6) kg/m2 and variation of slopes used 2.5% and 5%. This study showed that soil sample is loamy sand which contains 78.3% sand; 17.52% dust; and 4.17% clay. Structure of soil was categorized as granular. Bulk density, particle density and porosity were 1.65 gr/cm3; 2.76 gr/cm3; 39.91% respectively. Soil contain organic materials about 1.36%. The addition of organic materials causes volume of infiltration is getting smaller. The addition of organic materials in soil solum of 20 cm had caused the increase of mass erosion. Mathematical relationship of soil mass erosion (y) and organic materials (x) on slopes 2.5% is y = 0,1698e0,348x and 5% is y = 0,068e0,6178x.

Kata Kunci : bahan organik, kemiringan lereng, erosi, lahan pasiran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.