Laporkan Masalah

BUDAYA LOKAL YANG TERCERMIN DALAM METAFORA WACANA PASANG MASYARAKAT ADAT AMMATOA KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

Andi Karmila Ningsih, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A

2014 | Tesis | S2 Linguistik

Pasang merupakan tradisi lisan yang menjadi pedoman hidup masyarakat adat Ammatoa Kajang yang apabila dilanggar akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan satuansatuan kebahasaan yang digunakan sebagai pengungkap metafora dalam wacana pasang, mendeskripsikan fungsi metafora wacana pasang, dan mendeskripsikan budaya lokal yang tercermin dari metafora wacana pasang masyarakat adat Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Metode ini terdiri atas tiga tahapan yaitu teknik pengumpulan data, analisis data dan penyajian hasil analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik berupa observasi partisipasi dan non partisipasi, wawancara, pencatatan dan transkripsi data. Setelah teknik tersebut dilakukan maka langkah selanjutnya adalah memilih dan memilah data sekaligus dilakukan pengklasifikasian data guna mendapatkan data yang optimal. Pengklasifikasian tersebut diklasifikasikan berdasarkan kategori-kategori ataupun aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan pemakaiannya. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan pemaparan mengenai satuansatuan kebahasaan wacana Pasang masyarakat adat Ammatoa Kajang yang meliputi Morfologi dan Sintaksis, fungsi wacana pasang yang meliputi wacana pasang sebagai nasihat, wacana pasang untuk memerintah, pasang sebagai strategi adaptif, pasang yang berfungsi untuk meminta, pasang untuk menghaluskan kata-kata, dan pasang untuk memberikan informasi dan melukiskan keadaan, serta penjelasan mengapa dalam wacana pasang masyarakat adat Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan digunakan metafora.

Pasang is an oral tradition which becomes a life guidance of the traditional society of Ammatoa Kajang. If it is being violated, it will cause unwanted things. The objectives of this research are to describe the linguistic units which are used as the revealed of the metaphors in the discourse of pasang; to describe the functions of the metaphors in the discourse of pasang; and to describe the local culture which is reflected in the discourse of pasang of the cultural society of Ammatoa Kajang in the Disctrict of Bulukumba, Province of South Sulawesi. The research applied qualitative descriptive analysis method. The method consisted of three phases, they were data collecting, data analysis and data analysis result presentation. The data collecting was done by using method and technique of participative observation and non-participative observation, interview, data recording and data transription. After the techique was applied, the next phase was to select and to sort the data. At the same time, the data classification was applied to obtain the optimum data. The classification was applied based on the categories or the activities which related with its usage. Finally, the research resulted the explanation on the linguistic units of the discourse of Pasang by the traditional society of Ammatoa Kajang which was included morphology and syntax, the function of the discourse of pasang included the discourse of pasang as advices, the discourse of pasang to command, the discourse of pasang as an adaptive strategy, pasang which has function to require, pasang to soften the words dan pasang to provide information and to potrait the situation, and also the explanation why in the discourse of pasang by the traditional society of Ammatoa Kajang in the district of Bulukumba, Province of South Sulawesi, is using metaphors.

Kata Kunci : Metafora, budaya, dan pasang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.