Laporkan Masalah

PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN POTENSI KETERSEDIAAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BLONGKENG

DEWI NOVITA SARI, Drs. Sudaryatno, M.Si; Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Kekeringan yang semakin meluas di beberapa wilayah pada musim kemarau berkaitan dengan pengelolaan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar Ketersediaan air menjadi penting mengingat semakin hari kebutuhan akan penggunaan air semakin meningkat tetapi wadah tampungan airnya bersifat tetap dan tidak berubah secara signifikan, penginderaan jauh dan sistem informasi geografi merupakan perpaduan yang lebih mudah untuk perolehan data spasial secara digital dan dapat menyajikan informasi dalam pemetaan potensi ketersediaan. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Mengaplikasikan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk mengetahui daerah yang berpotensi memiliki ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Blongkeng. Sumber data primer yang digunakan yaitu citra Landsat 8 perekaman Juni 2013 daerah Jawa Tengah dan Sekitarnya dan plotting sumber mata air. Sumber data sekunder yaitu data curah hujan tahunan, data kemiringan lereng, peta geomorfologi skala 1:100.000, peta batas DAS Blongkeng skala 1:100.000, dan peta Rupabumi Indonesia digital. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif berjenjang dengan menumpang-tindihkan beberapa parameter yang berpengaruh terhadap potensi ketersediaan air, metode manual digunakan untuk melakukan pengkelasan hasil skoring yang didapatkan. Hasil yang didapatkan daerah yang memiliki potensi ketersediaan air besar utamanya di musim kemarau adalah Mungkid, sebagian Muntilan, dan sebagian Ngluwar. Daerah yang memiliki potensi ketersediaan sedang yaitu sebagian Dukun dan Srumbung. Daerah yang memiliki potensi ketersediaan air kecil adalah Sawangan dan Candimulyo. Daerah yang tidak memiliki cadangan air di musim kemarau antara lain Selo, Pakis, dan Sawangan Utara.

Kekeringan yang semakin meluas di beberapa wilayah pada musim kemarau berkaitan dengan pengelolaan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar Ketersediaan air menjadi penting mengingat semakin hari kebutuhan akan penggunaan air semakin meningkat tetapi wadah tampungan airnya bersifat tetap dan tidak berubah secara signifikan, penginderaan jauh dan sistem informasi geografi merupakan perpaduan yang lebih mudah untuk perolehan data spasial secara digital dan dapat menyajikan informasi dalam pemetaan potensi ketersediaan. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Mengaplikasikan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk mengetahui daerah yang berpotensi memiliki ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Blongkeng. Sumber data primer yang digunakan yaitu citra Landsat 8 perekaman Juni 2013 daerah Jawa Tengah dan Sekitarnya dan plotting sumber mata air. Sumber data sekunder yaitu data curah hujan tahunan, data kemiringan lereng, peta geomorfologi skala 1:100.000, peta batas DAS Blongkeng skala 1:100.000, dan peta Rupabumi Indonesia digital. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif berjenjang dengan menumpang-tindihkan beberapa parameter yang berpengaruh terhadap potensi ketersediaan air, metode manual digunakan untuk melakukan pengkelasan hasil skoring yang didapatkan. Hasil yang didapatkan daerah yang memiliki potensi ketersediaan air besar utamanya di musim kemarau adalah Mungkid, sebagian Muntilan, dan sebagian Ngluwar. Daerah yang memiliki potensi ketersediaan sedang yaitu sebagian Dukun dan Srumbung. Daerah yang memiliki potensi ketersediaan air kecil adalah Sawangan dan Candimulyo. Daerah yang tidak memiliki cadangan air di musim kemarau antara lain Selo, Pakis, dan Sawangan Utara.

Kata Kunci : Potensi Ketersediaan Air, Kekeringan, penginderaan jauh, SIG, DAS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.