PENGEMBANGAN FRAMEWORK UNTUK MENENTUKAN INTERVAL AGE BASED INSPECTION YANG OPTIMUM DENGAN APLIKASI RANTAI MARKOV
MONANDA WANDITA RINI, Hari Agung Yuniarto, S.T., M.Sc., Ph.D
2014 | Tesis | S2 Teknik IndustriSalah satu aktivitas dalam preventive maintenance adalah inspeksi. Kegiatan inspeksi dilakukan untuk mendapatkan informasi berkaitan kondisi mesin atau komponen. Semakin tinggi frekuensi inspeksi yang dilakukan, maka akan semakin banyak informasi tentang kondisi mesin atau komponen yang didapatkan sehingga tindakan maintenance dapat dilakukan secara efektif. Namun demikian, kegiatan inspeksi yang dilakukan juga mengeluarkan biaya inspeksi. Jika biaya inspeksi tinggi, maka interval inspeksi yang terlalu pendek akan meningkatkan biaya inspeksi. Akan tetapi jika interval inspeksi terlalu panjang juga akan berdampak pada peningkatan replacement cost. Oleh karena itu, penentuan interval inspeksi yang optimum perlu dilakukan. Interval inspeksi dapat bersifat tetap dan age based. Pada age based inspection, kegiatan inspeksi dilakukan dengan interval yang panjang saat sistem berada pada early age, dan semakin berjalannya waktu, inspeksi dilakukan pada interval waktu yang lebih pendek. Penelitian ini mengembangkan framework untuk menentukan interval age based inspection yang optimum dengan mengaplikasikan analisis rantai Markov. Pengujian framework yang telah dibangun dilakukan pada studi kasus di PT. XYZ. Framework age based inspection yang telah dibangun pada penelitian ini terdiri atas tiga fase, yaitu equipment analysis, Markov analysis, dan decision making process. Total proses dalam framework tersebut berjumlah 10 proses. Proses pertama sampai proses ke lima termasuk ke dalam fase I, yaitu equipment analysis. Proses ke enam sampai proses ke delapan termasuk ke dalam fase II, yaitu Markov analysis. Proses ke sembilan dan proses ke sepuluh termasuk ke dalam fase III, yaitu decision making process. Framework age based inspection mengintegrasikan antara fase, input, proses, output, dan metode/software. Framework age based inspection telah diuji pada studi kasus di PT. XYZ. Dengan mengikuti proses yang terdapat pada framework age based inspection, didapatkan interval age based inspection yang optimum untuk komponen kritis yaitu inspeksi pertama dilakukan pada interval antara 50-80 jam, inspeksi ke dua dilakukan pada interval antara 30-50 jam, inspeksi ke tiga dilakukan pada interval antara 30-50 jam, dan inspeksi ke empat pada interval 30-50 jam. Dari analisis perbandingan yang telah dilakukan, interval usulan dapat memberikan average cost rate dan total cost yang lebih rendah dari kebijakan perusahaan tetapi tidak mengesampingkan reliability komponen. Hal ini ditunjukkan dari reliability yang dihasilkan oleh interval usulan tidak berbeda jauh dengan hasil interval berdasarkan kebijakan perusahaan.
One of activities in preventive maintenance is inspection. The objective of inspection is to obtain information related to the condition of machine or component. If the frequency of inspection is higher, the information of machine’s condition is also much more so maintenance action can be done effectively. But, inspection spends inspection cost. If inspection cost is expensive, short interval of inspection can rise the total inspection cost. On the other hand, long interval of inspection can rise the replacement cost. Thus, optimum interval of inspection needs to be determined. There are two type of inspection which are fix interval inspection and age based inspection. In the age based inspection, inspection is done at long interval when early age, and then interval become shorter as time goes by. This research develops a framework to determine optimum interval of age based inspection by application of markov chain. The test of framework was done at case study in PT. XYZ. Framework of age based inspection in this research consists of three phase are equipment analysis, markov analysis, and decision making process. Total process in this framework is ten processes. The first until fiftth process included to one phase which is equipment analysis as phase I. The sixth until eighth process included to one phase which is markov analysis as phase II. The ninth until tenth process included to one phase which is decision making process. As phase III. Framework of age based inspection is integrated with phase, input, process, output, and method/software. Framework of age based inspection was tested at study case in PT. XYZ. By following the all process in the framework, optimum interval of age based inspection for critical component can be obtained. The first inspection can be done at the interval 50-80 hour. The second inspection can be done at the interval 30-50 hour. The third inspection can be done at the interval 30-50 hour. The fourth inspection can be done at the interval 30-50 hour. Based on comparison analysis, the proposed interval inspection gives lower average cost rate and total cost rate than interval inspection based on company’s policy, but has consideration of component reliability
Kata Kunci : age based inspection, framework, rantai Markov