HUBUNGAN ANTARA LOKASI PERLUKAAN TUBUH YANG FATAL PADA KORBAN MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN POSISI PENGEMUDI ATAU PEMBONCENG (Hasil Pemeriksaan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2012-2013)
BONITA PURNAMASARI, Dr. Hendro Widaqdo, Sp.F
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Masalah keselamatan lalu lintas jalan saat ini sudah merupakan masalah global yang mendapat perhatian masyarakat internasional. Kematian karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia menduduki peringkat ke-54 di dunia. Sehubungan dengan masalah tersebut, peristiwa kecelakaan lalu lintas di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat tiga kali lipat dalam enam tahun terakhir dan 70% korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokasi perlukaan tubuh yang fatal pada korban meninggal kasus kecelakaan lalu lintas dengan membandingkan posisi pengemudi atau pembonceng. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitis observasional dengan menggunakan desain potong lintang. Sampel diambil dari visum et repertum di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2012-2013. Hasil: Dari 85 korban, 73 (85,9%) korban sebagai pengemudi dan sisanya 12 (14,1%) korban sebagai pembonceng. Terdapat 77 (90,6%) korban mengalami perlukaan fatal bagian atas, sedangkan sisanya 8 (9,4%) korban mengalami perlukaan fatal bagian bawah. Dari hasil statistik didapatkan bahwa posisi korban secara tidak signifikan menurunkan risiko cedera pada tubuh(RO=0,857; IK 95%, 0,096-7,661; p=0,89). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lokasi perlukaan yang fatal dengan posisi korban.
Background: The problem of road traffic safety is now a global problem that received international attention. Deaths due to traffic accidents in Indonesia was ranked 54th in the world. In connection with the problem, traffic accidents in the province of Yogyakarta has tripled in the last six years and 70% of victims of traffic accidents are motorcyclists. Aim: This study aims to determine the relationship between the location of a fatal injury on the victim's body died of traffic accident cases by comparing the position of the driver or the passenger. Methods: This study is an observational analytic study using cross-sectional design. Samples were taken from visum et repertum in Installation of Forensic Medicine Hospital Dr. Sardjito Year 2012-2013. Results: Of the 85 victims, 73 (85.9%) of victims as the driver and the remaining 12 (14.1%) of victims as pillion. There were 77 (90.6%) of victims suffered fatal injuries to the upper part, while the remaining 8 (9.4%) the victim suffered a fatal injury in the lower part. From the statistical results showed that the position of the victim is not significantly reduce the risk of injury on the body (OR = 0.857; 95% CI, 0.096 to 7.661, p = 0.89). Conclusions: There is no relationship between the location of a fatal injury to the victim position
Kata Kunci : Lokasi luka fatal tubuh; pengemudi; pembonceng; kecelakaan lalu lintas; ; kecelakaan sepeda motor; visum et repertum.