PENGELOMPOKKAN DAERAH IRIGASI DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN INDEKS KINERJA DAERAH IRIGASI MENURUT PERATURAN MENTERI PU NOMOR 32/PRT/M/2007 DENGAN METODE FUZZY CLUSTERING
FAUZIZAH PUTRI SUDIRO, Murtiningrum, STP, M.Eng
2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANKinerja sistem irigasi merupakan hal penting untuk dievaluasi sebagai upaya peningkatan pelayanan irigasi. Selain itu, evaluasi kinerja sistem irigasi dilakukan sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait masalah irigasi yang ada. Kebijakan yang sesuai untuk tiap lokasi mungkin baik diterapkan. Namun untuk kabupaten dengan banyak Daerah Irigasi, tidak mungkin menyusun satu kebijakan untuk tiap Daerah Irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi kinerja sistem irigasi di beberapa daerah irigasi dan mengelompokkan daerah irigasi berdasarkan hasil evaluasi kinerja sistem irigasi. Penelitian dilakukan di 18 daerah irigasi (D.I) yang ada di Kabupaten Sleman, DIY. Evaluasi dilakukan berdasarkan pada formulir indeks kinerja sistem irigasi (formulir 1) yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Kemudian pengelompokkan dilakukan dengan metode fuzzy clustering yaitu Fuzzy C-Means dengan bantuan software MATLAB 5.3. Hasil evaluasi kinerja sistem irigasi menunjukkan bahwa terdapat 7 daerah irigasi dengan kinerja kurang dan perlu perhatian serta 11 daerah irigasi dengan kinerja baik. Kemudian berdasarkan hasil pengelompokkan terbaik, 18 daerah irigasi yang diteliti dikelompokkan menjadi 3 kelompok (cluster) dimana anggota masing-masing kelompok adalah sebagai berikut : (a) kelompok pertama (cluster ke-1) akan berisi D.I Pule, D.I Sigedangan, D.I Randu (Banjarharjo), D.I Jering, dan D.I Plumbangan; (b) kelompok kedua (cluster ke-2) akan berisi D.I Kowang, D.I Klontongan, D.I Jlapan, D.I Yapah II, D.I Randu (Demak Ijo), dan D.I Pendekan; (c) kelompok ketiga (cluster ke-3) akan berisi D.I Gupit, D.I Cuwo, D.I Lengkong, D.I Plumbon, D.I Drono, D.I Mojosari, dan D.I Kemput. Kluster ke-1 berisi daerah irigasi yang perlu meningkatkan kinerjanya di 5 dari 6 kriteria yang ada, kluster ke-2 berisi daerah irigasi yang perlu meningkatkan kinerjanya pada organisasi personalia, sedangkan kluster ke-3 berisi daerah irigasi yang perlu meningkatkan kinerjanya pada kondisi kelembagaan P3A.
improve its service. In addition, irrigation system performance assessment can be used as consideration in making policy on irrigation. Site specific policy may be well implemented in an irrigation system. However, in the district with a lot of irrigation systems, it may be impossible to develop a policy for each irrigation system. The main objective of this research is to assess irrigation systems performance in several irrigation systems and cluster them based on their performances. The research was conducted in 18 irrigation systems which were located in the Sleman District, Yogyakarta. The evaluation is done based on the irrigation system performance index form (form 1) according to the regulation of the ministry of public work number 32/2007 on the operation and maintenance of irrigation systems. To irrigation systems was then clustered using fuzzy clustering method that is Fuzzy C-Means together with the assist of MATLAB 5.3 software. The result of irrigation system performance evaluation showed that 7 irrigation systems had inadequate performance index and needed more maintenance concern. On the other hand, 11 irrigation systems had good performance. Fuzzy clustering fot the 18 irrigation systems resulted that (a) the first cluster consisted of Pule, Sigedangan, Randu (Banjarharjo), Jering, and Plumbangan Irrigation Systems; (b) the second cluster consisted of Kowang, Klontongan, Jlapan, Yapah II, Randu (Demak Ijo), and Pendekan Irrigation Systems; (c) and the third cluster consisted of Gupit, Cuwo, Lengkong, Plumbon, Drono, Mojosari, and Kemput Irrigation Systems. The 1st cluster contains irrigation systems which need to improve their performance on 5 of 6 criteria, the 2nd cluster contains irrigation systems which need to improve on organizational personnel, while the 3rd cluster contains irrigation systems which need to improve on institutional conditions of P3A.
Kata Kunci : irigasi, evaluasi kinerja, clustering, fuzzy clustering, Fuzzy C-Means