THE SCARLET LETTER KARYA NATHANIEL HAWTHORNE: HOMOLOGI ANTARA STRUKTUR KARYA DAN STRUKTUR MASYARAKAT AMERIKA PADA PERTENGAHAN ABAD KE-19
M. Yuseano Kardiansy, Dr. Aprinus Salam, M.Hum
2014 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini mengkaji sebuah roman karya penulis Amerika Nathaniel Hawthorne yang berjudul The Scarlet Letter (TSL) yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan isu-isu sosial yang terjadi pada zaman karya ini ditulis. Hal ini tentu saja menunjukan bahwa keberadaan roman TSL sebagai sebuah karya sastra tidak bisa dipisahkan dari latar belakang sosial tempat karya ini dilahirkan. Sebagai penulis TSL, Hawthorne memiliki ruang lingkup sosial tersendiri, yakni tempat pandangan dunianya sebagai seorang manusia tumbuh dan berkembang, dan pandangan tersebut diekspresikan di dalam karya tersebut. Secara khusus, penelitian ini terfokus mengkaji pandangan dunia yang terkandung di dalam TSL, juga menelusuri lingkungan sosial yang memiliki pandangan dunia tersebut. Dalam hal ini, dikarenakan bahasa adalah media yang sangat penting di dalam penulisan sebuah karya sastra, maka kajian terhadap struktur karya yang bersangkutan adalah langkah awal di dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik yang menjelaskan karya sastra dari pengertian homologi, yaitu persesuaiannya dengan struktur sosial. Sementara itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode dialektik yang memperhatikan teks sastra bersamaan dengan koherensi kulturalnya. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder, yakni roman TSL yang merupakan sumber data primer, sementara jurnal dan buku yang memiliki muatan-muatan historis, sosial, dan kultural yang relevan dengan fokus kajian merupakan sumber data sekunder. Berdasarkan penelitian, dapat dengan jelas terlihat homologi antara struktur sebuah karya sastra, yang dalam hal ini adalah roman The Scarlet Letter, dan struktur sosialnya, yaitu Amerika pada pertengahan abad ke-19. Oposisi-oposisi imajiner yang ditemukan di dalam struktur roman The Scarlet Letter menunjukan ekspresi pandangan dunia Romantisisme di Amerika, yang terdiri dari Transendentalisme dan Dark romantic, yang pada gilirannya juga mampu menjelaskan alasan terbentuknya struktur sedemikian rupa di dalam roman tersebut. Selain itu, Pandangan dunia tersebut menunjukan bahwa Nathaniel Hawthorne tergabung di dalam kelompok sastrawan yang mengikuti arus (setidaknya terkait dengan) teologi Edwardean, guna menyeimbangkan otoritas Unitarianisme dan menjaga kemurnian ajaran Kristiani dari pengaruh kaum Separatis pada pertengahan abad ke-19 di Amerika.
This study examines Nathaniel Hawthorne's The Scarlet Letter (TSL) which is symptomatically has a very close relationship with the social issues that occur at the time the work was written. It shows that the existence of TSL as a literary work cannot be separated from social backgrounds where this work was born. As the author of TSL, Hawthorne certainly has his own social scope in which his world view as a human being grows and develops, and there is a possibility of such view to be expressed in this work. In particular, this study focuses on assessing the world view that is contained in TSL, also tracing the social environment that has such kind of world view. In this case, because the language is an important medium in the creation of a literary work, the study of the work structure becomes the first step in this study. This study uses genetic structuralism theory that describes literature from the notion of homology, in which its correspondence with the social structure. Meanwhile, the research method used is the dialectical method that takes into account the literary texts along with its cultural coherence. The data sources of this study consist of primary data source and secondary data source, in which TSL is a primary data source, while journals and books that are historically, socially, and culturally relevant to the focus of study become the secondary data source. Based on the study, the homology between the structures of The Scarlet Letter and its social structure, which is America in the mid-19th century, is found. Imaginary oppositions found in the structure of The Scarlet Letter shows the expression of Romanticism world view in America, which consists of Transcendentalism and Dark Romantic, which in turn also explains the reason for the formation of such structures in the romance. In addition, the world view shows that Nathaniel Hawthorne was incorporated in the current group of writers who followed (at least related to) Edwardean theology, in order to balance the authority of Unitarianism and maintain the purity of the Christian doctrine from the influence of the separatists in the mid-19th century in America.
Kata Kunci : Strukturalisme Genetik, Metode Dialektik, Pandangan Dunia, Romantisisme Amerika, Roman.