HUBUNGAN ANTARA KEHAMILAN DILUAR USIA REPRODUKTIF SEHAT DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUP DR.SARJIDTO
ALDILA GERI ISTANTINA, dr. Irwan Taufiqur Rachman, SpOG (K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Usia reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah 20-35 tahun , namun kenyataannya kehamilan usia <20 atau >35 tahun masih cukup tinggi. Salah satu komplikasi kehamilan diluar usia reproduksi sehat adalah asfiksia nenatorum. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kehamilan diluar usia reproduksi sehat dengan asfiksia neonatorum Rancangan penelitian: Metode potong lintang. Bahan dan metode penelitian: Data menggunakan rekam medis di RSUP.DR.Sarjidto periode 2008-2013. Jumlah sampel yang sesuai eksklusi dan inklusi sebanyak 65 kasus. Hasil Penelitian: Tidak ditemukan hubungan bermakna secara statistik antara kehamilan diluar usia reproduksi sehat dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan P=0,740. Perhitungan RP 1,130 (95% C.I 0,575-4,115) menunjukan kehamilan diluar usia reproduksi sehat tidak mempengaruhi asfiksia neonatorum. Berdasarkan analisa bivariat pendidikan ibu dan perawatan antenatal tidak berhubungan dengan asfiksia neonatorum, dengan P=0,760 dengan PR 1,08 (C.I 95% 0,430-3,180) dan P=0,798 dengan PR 1,07 (C.I 95% 0,424-3,053). Ibu yang hamil diluar usia reproduksi sehat sebanyak 46,9% memiliki pendidikan di bawah SMA. Ibu diluar usia reproduksi sehat yang melakukan perawatan antenatal >5 kali secara rutin hanya sebesar 37,5%. Simpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara kehamilan diluar usia reproduksi sehat dengan kejadian asfiksia neonatorum . Berdasarkan analisa bivariat tidak ditemukan hubungan antara pendidikan ibu dan Perawatan antenatal dengan asfiksia neonatorum. Saran : perlu dilakukan penelitian dengan sampel lebih besar dan analisis multivariat untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum
Background : The best age to pregnancy is 20-35 years old but many case pregnancy less than 20 years old or more than 35 years old. Complication pregnant in high risk reproductive age is asphyxia neonatorum. Objective : To study relation between pregnancy in high risk reproductive age with asphyxia neonatorum Study design : cross-sectional study Material and Method: The data were obtained from medical record of mother who delivered their baby at Dr.Sarjidto General Hospital, Yogyakarta, from 2008 to 2013. Total sample is 65 cases. Results: There was no statistical significant correlation between high risk reproductive age with asphyxia neonatorum with P=0,740 RP 1,130 (95% C.I 0,575-4,115). History of ANC and maternal education haven’t correlation with Asphyxia neonatorum with P=0,760 PR 1,08 (C.I 95% 0,430-3,180) and P=0,798 dengan PR 1,07 (C.I 95% 0,424-3,053). Mother who pregnant in high risk age 46,9% have low education level, 37,5% routine ANC. Conclusion: There is no correlation between pregnancy in high risk reproductive age with asphyxia neonatorum. History of ANC and maternal education haven’t correlation with asphyxia neonatorum. Suggestion: Further study with larger sample size and more variable related with incidence of Asphyxia neonatorum are needed.
Kata Kunci : Usia reproduksi , Asfiksia neonatorum , nilai Apgar