PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PEMBENTUK DAN PERLAKUAN PANAS KARAKTERISTIK KERAMIK TRADISIONAL
CLARISSA P. HASCARYO, Dr. R. Rachmat A. Sriwijaya ST., MT.
2014 | Skripsi | TEKNIK MESINKeramik pada umumnya adalah material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba-tiba dengan sedikit deformasi plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari komposisi kaolin dan kwarsa dalam CMC (Ceramic Matrix Composite) yang matriks atau bahan utamanya adalah tanah liat. Kaolin adalah material keramik yang bila dibakar dalam suhu tinggi akan memiliki kekuatan yang tinggi. Kwarsa memiliki fungsi sebagai material pengisi yang akan meningkatkan kekerasan pada material keramik dan mengurangi susut saat keramik dibakar. Penelitian menggunakan 3 (tiga) macam material yaitu dengan presentase 100% tanah liat; 70% tanah liat, 20% kaolin, 10% kwarsa; dan 70% tanah liat, 10% kaolin, 20% kwarsa. Pengujian susut bakar, porositas, kekerasan, bending, keausan dan SEM (Scanning Electron Microscopy) dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai susut bakar, kekerasan, bending, dan keausan meningkat
Ceramics commonly is strong material, hard and corrosive resistance. These characteristics are based on the low density and the high melting point which makes ceramics as attractive structural material. The major limitations of ceramics is its fragility, i.e. it tends to break suddenly with a slight plastic deformation. The goal of this research is to investigate the effect of kaolin and quartz composition in CMC (Ceramic Matrix Composite) which its matrix or the main substance is clay. Kaolin is ceramic material which has high quality of strength when it is burned in the high temperature. Quartz has function as filler material which increase the hardness of ceramic material and also reduce the shrinkage of material when it is being burned in higher temperature. The research is done by using three kinds of compositions that are with percentage 100% of clay; i.e. 70% clay-20% kaolin-10% quartz; and 70% clay- 10% kaolin-20% quartz. The esperiment are considering the firing shrinkage, porosity, Vickers microhardness, bending strength, specific wear and SEM (Scanning Electron Microscopy). The result of the experiment indicates that the shrinkage, hardness, bending strength and wear resistance increase with increasing the burning temperature.
Kata Kunci : traditional ceramics, clay, kaolin, quartz