Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI DEGREE MODEL GEOPOTENSIAL GLOBAL (MGG) TERHADAP KETELITIAN GEOID LOKAL (Studi Kasus : Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

RAMDHAN HIDAYAT, Leni Sophia Heliani, ST., M.Sc., D.Sc.

2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Penentuan geoid lokal teliti secara gravimetrik membutuhkan data yang meliputi tiga komponen, yaitu komponen gelombang panjang (long-wavelength), komponen gelombang menengah (medium-wavelength) dan komponen gelombang pendek (short-wavelength). Komponen gelombang panjang, bersumber dari data Model Geopotensial Global (MGG). Komponen gelombang menengah, bersumber dari data gayaberat teristris. Komponen gelombang pendek bersumber dari, data DTM (Digital Terrain Model). Dari ketiga komponen tersebut data MGG memberikan kontribusi nilai dan kesalahan yang paling signifikan. Penelitian sebelumnya menunjukkan penggunaan degree maksimum pada MGG EGM2008 degree 2190 memberikan kontribusi yang baik pada ketelitian model geoid lokal untuk wilayah yang memiliki data gayaberat teristris yang sangat renggang. Pada penelitian ini telah dilakukan evaluasi pengaruh variasi degree MGG terhadap model geoid lokal dengan kondisi ketersediaaan data terestris terdistribusi merata dengan studi kasus provinsi daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Evaluasi dilakukan untuk menentukan nilai degree yang paling optimal untuk geoid lokal. Data yang digunakan adalah data anomali free air hasil survei gayaberat teristris oleh tim RISTEK UGM tahun 2009 dan DIKTI 2013 sebagai komponen gelombang menengah, EGM2008 sebagai komponen gelombang panjang dan SRTM30plus sebagai komponen gelombang pendek. Hitungan geoid gravimetrik dilakukan menggunakan 2D FFT (Fast Fourier Transform) dengan pendekatan bidang spheris. Variasi nilai degree yang digunakan, yaitu 360, 540, 720, 1080, 1440, 1800, 2160 dan 2190.Evaluasi terhadap variasi nilai degree MGG dilakukan dengan menghitung selisih geoid gravimetrik terhadap geoid geometrik yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan nilai degree terendah (degree 360) dari variasi nilai degree yang digunakan menghasilkan keakurasian yang paling optimal untuk geoid lokal pada studi kasus provinsi DIY. Keakurasian yang dihasilkan dari nilai degree 360 yaitu sebesar 0,82 meter. Sementara nilai degree terbesar (2190) dari variasi degree yang digunakan, menghasilkan keakurasian sebesar 0,84 meter. Terdapat keterkaitan antara penggunaan nilai degree MGG terhadap ketelitian geoid lokal, meskipun keterkaitannya tidak secara linier. Penggunaan nilai degree yang semakin rendah akan memberikan ketelitian paling optimal pada penentuan geoid lokal provinsi DIY.

Local gravimetric geoid determination requires data comprising three components: long-wavelength, medium-wavelength, and short-wavelength components. The long-wavelength component is sourced from Global Geopotential Model (GGM). The medium-wavelength is sourced from terrestrial gravity data. The short-wavelength is sourced from Ditial Terrain Model (DTM) data. Among three components, GGM data contributes the most significant value and error. The previous study shows that the use of maximum degree of GGM EGM2008 makes good contribution to the accuracy of the local geoid model for the area which has tenuous terestrial gravity data. This study has evaluated the influence of GGM on local geoid model for the area with a good and dense terestrial gravity data distribution. With case study in Yogyakarta Special Region (DIY). Evaluation was done to determine the most optimal degree value for local geoid. The data used in this study were free air anomaly data resulted from terrestrial gravity survey results by UGM Research & Technology team in 2009 and DIKTI in 2013 as the middle-wavelength component, EGM2008 as the long-wavelength component and SRTM30plus as the short-wavelength component. The gravimetric geoid computation was done using 2D FFT (Fast Fourier Transform) through sphere field approach. The variation of the degree values used were 360, 540, 720, 1080, 1440, 1800, 2160 and 2190. The evaluation of the variation of the GGM degree values was done by calculating the differences between geometric geoid and gravimetric geoid. The results showed that using the lowest degree value (360 degree) produces the most optimal accuracy for local geoid on the case study in DIY province. The accuracy resulted from degree value of 360 was 0.82 meters. While the biggest degree value of 2190, the resulted accuracy was 0.84 meters. There is a correlation between the use of GGM degree values and local geoid accuracy, although the correlation is not linear. The use of the lower degree values will result the most optimal accuracy in the local geoid determination in DIY province

Kata Kunci : geoid, degree, EGM2008


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.