PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA PENAMBAHAN KETOROLAK 0,04 MG/KGBB/JAM SECARA KONTINU DAN BOLUS 30 MG/8 JAM INTRAVENA (Pada Analgesi Pasca Operasi Orthopedi dengan Fentanyl 0,25 μg/kgBB/Jam secara Kontinu)
Elfi Husaini ANM, Dr. Yusmien Uyun, SpAn, KAO
2014 | Tesis | S2 AnestesiologiLatar belakang : Konsep analgesia multimodal telah diperkenalkan lebih dari satu dekade yang lalu sebagai sebuah teknik untuk memperbaiki analgesia dan mengurangi efek samping opioid. Konsep ini menyatakan bahwa pencapaian analgesia yang cukup karena adanya penambahan efek atau efek saling menguatkan antara obat-obat analgesi dari golongan yang berbeda. Efek samping obat yang rendah juga dimungkinkan karena terjadi pengurangan dosis pada masing-masing obat dari setiap obat yang digunakan untuk penatalaksanaan nyeri pasca operasi. Salah satu alternatif analgesi multimodal yang digunakan adalah penambahan ketorolak baik secara bolus maupun kontinu yang dikombinasikan dengan fentanyl kontinu intravena Tujuan penelitian : Untuk membandingkan efektivitas antara penambahan ketorolak 0,04 mg/kgbb/jam secara kontinu dan bolus 30 mg/8 jam intravena pada analgesi pasca operasi orthopedi dengan fentanyl 0,25 μg/kgBB/Jam secara kontinu Desain penelitian : uji klinis secara acak buta ganda (double blindrandomized controlled trial). Ruang lingkup penelitian adalah pasien yang menjalani operasi orthopedi tulang panjang elektif dengan anestesi spinal di GBST RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia 18-60 tahun dan status fisik ASA I dan II.Subyek dibagi dalam 2 kelompok, kelompok KK (20 pasien) diberi ketorolak 0,04 mg/kgBB/jam secara kontinu dan fentanyl 0,25 μg/kgbb/jam secara kontinu. Kelompok KB (20 pasien) diberi fentanyl 0,25 μg/kgbb/jam secara kontinu dan ketorolak bolus 30 mg per intravena setiap 8 jam. Efektivitas analgetik pasca operasi dilakukan dengan membandingkan frekwensi penambahan analgetik fentanyl 25 μg jika VAS>3 sampai tercapai VAS??3 pada 0-16 jam pasca operasi. Hasil penelitian : Terdapat perbedaan sangat bermakna pada frekwensi pasien yang mendapatkan penambahan analgetika fentanyl antara kelompok KK dibandingkan kelompok KB ( 0 vs 13) pada 0- 8 jam pasca operasi (p<0,001) dan (2 vs 13) pada jam 8-16 jam pasca operasi (p<0,001). Kesimpulan : Penambahan ketorolak 0,04 mg/kgbb/jam secara kontinu lebih efektif dibandingkan bolus 30 mg/8 jam intravena pada analgesi pasca operasi orthopedi dengan fentanyl 0,25 μg/kgBB/Jam secara kontinu
Background : The concept of multimodal analgesia was introduced more than a decade ago as a technique to improve analgesia and reduce the incidence of opioid-related adverse events. This Concept declared that the achievement of sufficient analgesia due to the additive or synergistic effects between different classes of analgesics. A lower incidence of adverse effects might be caused by reduction in the doses of individual post operative pain drugs. The one of alternative intravenous multimodal analgesia is the addition of bolus or continuous ketorolac administration in to fentanyl as combination therapy. Objective : to compare effectivity of the addition between continuous ketorolac 0,04mg/kilogramBodyweight/hour and bolus intravenous ketorolac 30mg/kilogramBodyweight/8 hours as a orthopedic post operative multimodal analgesia with continuous fentanyl 0,25 μg kilogramBodyweight /hour. Methods : This is a double blinded randomized controlled trial. The scope of this study involves patients undergoing elective long bone orthopedic operation with spinal anesthesia in GBST RSUP Dr Sardjito Yogyakarta which consists of male and female. Aged 18-60 years and ASA physical status I and II. Subjects are divided into 2 groups, group KC (20 patients) given ketorolac 0.04 mg/kgBW/hour continuously and fentanyl 0.25 μg/kgBW/hour given. Group KB (20 patients) is given fentanyl 0.25 μg/kgBW/hour continuously and ketorolac 30 mg bolus every 8 hours. Post-operative analgesia effectiveness is measured with the frequency of additional analgesic is given as rescue drugs when VAS score is VAS>3 until VAS??3 is achieved in 0-16 hours post operatively. Result : There is a highly significant difference in the number of patient with fentanyl rescue between group KK and group KB ( 0 vs 13) in 0 - 8 hours post operatively (p<0.01). Similarly, there is a highly significant difference in the number of patient with fentanyl rescue between group KK and group KB ( 2 vs 13) in 8-16 hours post operatively (p<0.01). Conclusion: The addition of ketorolac 0,04 mg/kgBW/hour continuously more effective than bolus 30 mg intravenous every 8 hour intravenously, in orthopedic post operative analgesia with fentanyl 0,25 μg/kilogramBodyweight/hour continuously
Kata Kunci : Ketorolak, Fentanyl, Multimodal, Kontinu, Analgesi Pasca Operasi