Laporkan Masalah

Hubungan Lamanya Menjalani Hukuman dengan Depresi pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan

Dwi Rejeki Nursanti, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, SpKJ (K)

2014 | Tesis | S2 Psikiatri

Latar Belakang: Menjalani hukuman dan kehidupan sebagai narapidana merupakan stres yang tidak diinginkan. Hal ini termasuk stresor berat yang membutuhkan penyesuaian diri yang berat. Singleton et al. (1998) menyatakan bahwa depresi pada narapidana dipengaruhi oleh lamanya hukuman, waktu yang dihabiskan di penjara, dan kehilangan sumber penghasilan. Semakin lama hukuman, semakin lama waktu di penjara dan kehilangan sumber penghasilan, maka akan semakin mudah mengalami depresi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berbagai variabel dengan depresi pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan. Metodologi: Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan dengan subyek 205 orang tahanan (199 orang dan 6 orang). Data diambil pada bulan Februari 2014 dengan menggunakan kuesioner data pribadi, Beck Depression Inventory (BDI). Penelitian ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan rancangan cross-sectional. Data kemudian dianalisa secara statistik dengan software komputer. Hasil: Kami menemukan bahwa 84,9% subyek mengalami depresi. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan bahwa depresi berhubungan dengan lamanya hukuman dan penghasilan (p<0,05). Kesimpulan: Depresi pada narapidana berhubungan dengan lamanya hukuman dan penghasilan. Data kami membutuhkan analisa lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih dari satu lembaga pemasyarakatan.

Background: Imprisonment and living as prisoners is an unwanted stressor carrying heavy stigma. This can be considered as major stressor requiring severe adjustment. Singleton et al. (1998) reported that depression among prisoners was affected by the duration of imprisonment, the time spent inside the prison, and the lost of source of income. The longer the imprisonment and the lost of source of income would make the prisoners more vulnerable to depression. Objectives: This study was aimed to assess depression among prisoners in Cebongan prison and its association with other variables. Method: This study was conducted at Cebongan prison with 205 prisoners as study subjects (199 males and 6 females). The data was collected on February 2014 using personal data questionanire and Beck Depression Inventory (BDI) to assess depression. This study is an observasional with a cross sectional design. The data was then analyzed statistically using computer software. Results: We found that 84,9% of our subjects were depressed. Both bivariate and multivariate analyses showed that the duration of imprisonment and income were associated with depression among prisoners. Conclusions: Depression among prisoners was associated with the duration of imprisonment and income. Nevertheless further study with more than one prison is required to confirm our findings.

Kata Kunci : Lembaga pemasyarakatan – lama hukuman – depresi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.