PENGARUH PROFESI TENAGA KERJA WANITA DENGAN TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN INDRAMAYU
MOHAMMAD FIKRI R., Abdur Rofi’,S.Si., M.Si.
2014 | Tesis | GEOGRAFI FISIK DAN LINGKUNGANKabupaten Indramayu memiliki jumlah angka perceraian tinggi di Indonesia berdasarkan Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu. Angka perceraian mencapai hingga 800 perkara per bulan atau mencapai 8.500-9.000 perkara per tahunnya. Alasan ini merupakan salah satu alasan tingginya angka perceraian di Kabupaten Indramayu yang secara umum adalah daerah yang memiliki angka tenaga kerja wanita yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mengetahui tren dan persebaran angka perceraian di Kabupaten Indramayu, (2) Mengetahui alasan terjadinya perceraian di kabupaten indramayu, (3) Mengetahui pengaruh profesi tenaga kerja wanita terhadap tingginya angka perceraian di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan data Sekunder yang diperoleh dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu dan Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu. Analisis yang digunakan untuk mengetahui tren dan persebaran perceraian di Kabupaten Indramayu dengan analisis deskriptif dan Peta Klasifikasi Peristiwa Perceraian di Kabupaten Indramayu Tahun 2011 sampai Tahun 2013. Adapun untuk mengetahui alasan terjadinya perceraian di Kabupaten Indramayu dengan menggunakan analisis deskriptif. Selain itu untuk mengetahui pengaruh profesi tenaga kerja wanita terhadap tingginya angka perceraian di Kabupaten Indramayu menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian perceraian di Kabupaten Indramayu dari tahun 2011-2013 terus meningkat disamping itu pola persebaran tingkat perceraian di Kabupaten Indramayu semakin merata dan semakin tinggi dari Tahun 2011 sampai tahun 2013. Alasan ekonomi merupakan alasan yang paling banyak diajukan sebagai alasan perceraian di Kabupaten Indramayu pada Tahun 2013. Profesi seorang wanita di Kabupaten Indramayu pada tahun 2013 dapat mempengaruhi terjadinya peristiwa perceraian di Kabupaten Indramayu dengan model regresi Status Pernikahan ( ) dan terdapat hubungan yang positif antara profesi tenaga kerja wanita dengan peristiwa perceraian di Kabupaten Indramayu pada tahun 2013. Seorang istri yang mempunyai profesi tenaga kerja wanita kecenderungan untuk bercerai semakin tinggi. Kata kunci : Tenaga Kerja Wanita, Perceraian
Indramayu regency has a high divorce numbers among other regencies in Indonesia, according to the religious court of Indramayu. The divorces can happens approximately 800 events per months or 8500-9000 in a year. The reason behind this huge number is estimated because of the number of female workers is also high. This research is aimed for (1) to find the trends amd pattern of divorces in Indramayu regency, (2) to know the reasons behind those divorces, (3) to know the influence of the occupation as female workers with the divorce number in Indramayu regency. The data is a secondary type data which was collected from Social, Labors and Transmigration Service of Indramayu. The trends and pattern of divorce data was analyzed with descriptive analysis and divorce classification map of Indramayu Regency in 2011 -2013. The Descriptive Analysis was used to analyze the reasons behind the divorce. In order to find the influence of the female workers occupation and divorce number, logistic Regression was used. The results shows that the trends of divorce increased during the 2011 period until 2013. The pattern is prevalent but the number is increased. The occupation of the wives could impact the divorces events and is positively correlated to the numbers of divorces in Indramayu during 2013 period. Economical problems was what mostly people gave as the divorce reason in Indramayu on the year of 2013. the result of regression model status of marriage ( ) Profession. The wives who worked as female workers tends to divorce compared to those who were not. Keywords: female worker, divorce
Kata Kunci : Tenaga Kerja Wanita, Perceraian