PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS KOMUNITAS (Pelaksanaan Program Kali Bersih oleh Paguyuban Bendolole Asri di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta)
HERNITA OKTARINI, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Urbanisasi membawa dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap eksistensi lingkungan hidup di daerah perkotaan. Kaum urban tidak jarang memanfaatkan bantaran sungai sebagai daerah pemukiman dengan berbagai alasan. Sehingga kerusakan dan polusi lingkungan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan dengan studi kasus pada pelaksanaan Program Kali Bersih Sungai Winongo. Peneliti memilih Kelurahan Kricak sebagai lokasi penelitian pelaksanaan Prokasih di Kota Yogyakarta. Wilayah ini berada dalam wilayah administratif Paguyuban Bendolole Asri di bawah Forum Komunikasi Winongo Asri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis studi kasus dengan menggunakan teori partisipasi aktif (Soetoro, 2004). Indikator partisipasi yang digunakan adalah voice, akses dan kontrol. Indikator voice digunakan untuk menganalisis pendapat dan gagasan yang muncul dari masyarakat dalam implementasi Prokasih. Akses digunakan untuk menganalisis relasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sedangkan kontrol digunakan untuk menganalisis potensi masyarakat dalam melakukan kontrol terhadap lingkungan internal maupun eksternalnya. Hasil penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Prokasih menunjukkan bahwa indikator yang sangat berpengaruh terhadap keterlibatan masyarakat adalah indikator akses. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi akses; yaitu faktor internal masyarakat dan faktor struktural pemerintahan. Masyarakat mempunyai modal sosial yang dapat menghasilkan efektifitas Prokasih maupun dapat menjadi penghambat munculnya inovasi dari masyarakat. Sedangkan di sisi pemerintahan, belum terdapat susunan pengurus Prokasih secara administratif maupun struktural mengakibatkan ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Temuan-temuan tersebut menjelaskan mengenai rendahnya usaha untuk melakukan pelestarian lingkungan daerah aliran sungai sebagai akibat dari partisipasi masyarakat yang pasif.
Urbanization has both direct and indirect impact on the existence of the natural environment especially in cities. Oftenly, for some reasons, urban people make use of river basin area as their settlement area. Thus, pollution and damage to environment are inevitable. This research is aimed at analizing public participation on the implementation of the Clean River Program (Prokasih) at River Winongo. The researcher chose District Kricak as the location of the research on Prokasih implementation in Yogyakarta City. This area is managed under Paguyuban Bendolole Asri, a part of Forum Komunikasi Winongo Asri. The research method used in this research is qualitative perspective with case study research employing active public participation theory (Soetoro; 2004). The indicators used in this research are voice, access, and control. The voice indicator is used to analyze the public opinion and idea emerged in the implementation of Prokasih. The access indicator is used to analyze the relationship between the government and the citizen. Meanwhile, the contol indicator is used to analize the potencies owned by the public in controlling their internal and external surroundings. The result of the research shows that the most significant indicator on the public participation in the implementation of Prokasih is the access indicator. There are two factors affecting it: the internal factor of the society and the structural factor of the government. The society has social capitals that result on both the effectiveness of Clean River Program implementation and prevention of innovation initiative from within the society. While on the government side, there are no official Clean River Program implementers both administratively and structurally that results on the limited access of the society. These findings describe the low effort in conservating river basin environment as the impact of a passive public participation.
Kata Kunci : Prokasih, partisipasi masyarakat, akses, voice, kontrol, pengeloaan lingkungan, pelestarian lingkungan