Laporkan Masalah

EVALUASI PENERAPAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK (CDOB) PADA APOTEK DI KABUPATEN GUNUNG MAS KALIMANTAN TENGAH

DITHA PARAMITA, Prof. Dr. Marchaban, DESS., Apt.

2014 | Skripsi | FARMASI

Apotek adalah tempat tertentu untuk melakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Apotek merupakan jalur pendistribusian terakhir yang berhubungan langsung dengan pasien maupun konsumen, oleh karena itu pendistribusian yang ada pada apotek menjadi perhatian khusus. Kasus mengenai beredarnya obat palsu di Indonesia sendiri telah banyak terjadi, Adanya kasus peredaran obat palsu yang merambah sampai ke lingkup apotek ini terjadi karena adanya kesalahan dalam jalur pendistribusian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) pada Apotek di Kabupaten Gunungmas serta sanksi administrasi yang mungkin diterapkan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap Apotek yang diberi kode A, B, C, D, E, F dengan mengkaji penerapan CDOB pada apotek tersebut. Data primer didapatkan dengan menggunakan check list dan wawancara langsung dengan Apoteker Pengelola Apotek/ Pemilik Sarana Apotek yang mengetahui seluruh kegiatan di apotek tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan observasi langsung dari kegiatan produksi pada masing-masing apotek. Hasil penelitian menunjukan pada Kabupaten Gunung Mas secara keseluruhan untuk semua apotek masih belum 100% memenuhi syarat atau kualifikasi CDOB dan tindak lanjut yang mungkin diterapkan sebagai sanksi ialah 1 apotek diberi peringatan serta 5 apotek lainnya diberi sanksi peringatan keras.

Pharmacy is a specific place to do pharmacy practice, pharmaceutical preparations and other medical supplies to the community. Pharmacy is the last distribution lines that relate directly to the patient or consumer, therefore the distribution is particular concern at the pharmacy. Case concerning the circulation of counterfeit drugs in Indonesia itself has a lot going on, a case of counterfeit drugs which penetrated up to the pharmacy happened because of an error in the drug distribution channels. This study aimed to evaluate Application of Good Distribution Practices (CDOB) at pharmacies in the District GUNUNGMAS and administrative sanctions that may be applied. This study is a qualitative descriptive of the six pharmacies that were coded A, B, C, D, E, F with reviewing the application CDOB at the pharmacy. Primary data were obtained by using the check list and interviews with business Pharmacist Pharmacy / Owner pharmacy that knows all of the activities in the pharmacy followed by direct observation of the production activities at each pharmacy. The results showed the overall Gunung Mas to all pharmacies still not 100% qualified or qualification CDOB and follow-up that may be applied as a sanction is 1 pharmacy was given a warning as well as 5 other pharmacies sanctioned harsh warning.

Kata Kunci : CDOB, Distribusi, Peraturan, Apotek


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.