Pengaruh Konflik Pekerjaan-Keluarga Pada Kepuasan Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin ( Studi Pada Guru di Kota Yogyakarta)
ANRIKHAN NOOR FIRDAUS, Diah Retno Wulandaru, Dra., M.B.A.
2014 | Skripsi | MANAJEMENTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji ada atau tidaknya tingkat kepuasan kerja yang berbeda antara pria dan wanita, tingkat konflik pekerjaankeluarga yang berbeda antara antara pria dan wanita serta menguji pengaruh konflik pekerjaan-keluarga yang berbeda antara pria dan wanita pada kepuasan kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tingkat kepuasan antara guru pria dan guru wanita, tidak terdapat tingkat perbedaan konflik pekerjaan keluarga antara guru pria dan guru wanita. Serta tidak terdapat perbedaan pengaruh konflik pekerjaan-keluarga yang signifikan antara guru pria dan guru wanita pada kepuasan kerja. Pihak sekolah dapat mengurangi konflik pekerjaan-keluarga yang dirasakan guru dengan cara mengadakan hari keluarga di akhir pekan, contohnya mengadakan wisata bersama keluarga ke suatu daerah, berolahraga bersama di akhir pekan, mengatur jam kerja dari guru dengan cara ketika guru memiliki tugas tambahan seperti memeriksa tugas dari murid-murid yang seharusnya bisa diselesaikan saat jam kerja dan tidak dibawa kerumah dan mengadakan sesi konseling untuk guru, agar guru bisa mengeluarkan keluhannya mengenai masalah keluarga.
The purpose of this study was to examine whether or not there are different levels of job satisfaction between men and women, the level of work-family conflict among different between men and women as well as to test the effect of work-family conflict were different between men and women on job satisfaction. The results of this study showed no difference in levels of satisfaction between male teachers and female teachers, there is no difference in the level of family work conflict between male teachers and female teachers. And there is no difference in the effect of work-family conflict were significant between male teachers and female teachers on job satisfaction. The school can reduce work-family conflict perceived teacher by organizing a family day at the weekend, for example, held a joint tourist families into an area, work out together at the weekend, set the working hours of teachers in a way when teachers have additional duties such as checking task of students that should be completed during working hours and not brought home and hold counseling sessions for teachers, so that teachers can spend complaint regarding family issues.
Kata Kunci : Konflik Pekerjaan-Keluarga, Kepuasan Kerja, Jenis Kelamin