PENGARUH VOLUME PENYIRAMAN AIR TERHADAP KANDUNGAN GIZI BAYAM PETIK (Amaranthus hybridus L.) DI WILAYAH KARST GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
WIGA PRATAMA, Dra. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.,Ph.D.
2014 | Skripsi | BIOLOGIAmaranthus hybridus L. atau yang dikenal bayam petik merupakan sayuran yang banyak diminati masyarakat karena mengandung berbagai zat gizi dan mudah tumbuh di berbagai tempat. Wilayah Gunungkidul merupakan wilayah karst yang karakteristik tanahnya tidak dapat menyimpan air (porositas tinggi). Masyarakat maupun petani di wilayah tersebut banyak yang menanam bayam petik untuk sayuran sehari-hari meskipun dalam keadaan kurang air, padahal air berperan penting dalam proses metabolisme tanaman. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dipelajari pengaruh volume penyiraman air terhadap kandungan gizi yang berupa karbohidrat, lipid, protein, Vitamin A dan Vitamin C pada daun bayam petik sehingga dapat diketahui volume penyiraman yang paling efektif untuk mendapatkan daun bayam petik dengan kandungan gizi optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yaitu penyiraman yang dilakukan 4 hari sekali dengan volume penyiraman air 20% (0,25L), 40% (0,5L), 60% (0,75L), 80% (1L) dan 100% (1,25L) kapasitas lapang. Semaian bayam petik umur 3 minggu ditanam di dalam polybag yang berisi campuran tanah kapur dan pupuk kandang (1:1). Kemudian saat umur 45 hari setelah perlakuan, diukur kandungan karbohidratnya dengan perhitungan carbohydrate by different, kandungan protein diukur dengan metode Kjeldahl, kandungan lipid dengan metode soxhletasi, Vitamin A dengan metode spektrofotometri, Vitamin C dengan metode titrasi, kadar abu dengan metode pengabuan, dan kadar air dengan metode pengeringan oven. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan ANOVA dan uji DMRT untuk mengetahui letak beda nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan penyiraman air pada berbagai kapasitas lapang tidak berpengaruh terhadap kandungan karbohidrat dan lipid dalam daun bayam petik. Kandungan protein tertinggi ditunjukkan pada perlakuan kapasitas lapang 40% dan kandungan Vitamin A tertinggi ditunjukkan pada perlakuan kapasitas lapang 20%. Kandungan Vitamin C pada daun bayam petik semakin meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas lapang.
Amaranthus hybridus L. is a vegetable that is popular in community because it contains a variety of nutrients and easy to grow. Gunungkidul is a region which has porous soil character. Communities and farmers in Gunungkidul region grow spinach for their daily consumtion despite of the lack of water, whereas water plays an important role in the metabolic processes of plants. This study aimed to determine the effect of the different level of watering on nutrients content such as carbohydrate, lipid, protein, Vitamin A and Vitamin C in leaves of spinach, so that the most effective volume of watering that produce leaves with optimum nutrients content can be determined. This study used a completely randomized design with five treatments of watering which is done once in 4 days with volume of watering cause of 20% (0.25 L), 40% (0.5 L), 60% (0.75 L), 80% (1L) and 100 % (1.25 L) of field capacity. Spinach of seedlings 3 weeks old were planted in a polybag containing a mixture of lime soil and dung as fertilizer (1:1,v/v). Then, at the age of 45 days after doing planting, carbohydrate content was measured by calculating of carbohydrate by different, protein content was measured by the Kjeldahl method, lipid content by the soxhletation, Vitamin A by spectrophotometric method, Vitamin C with titration method, the ash content by furnicing method, and water content by oven drying method. The data were then analyzed by ANOVA and DMRT to show significant difference between samples. The results showed that various level of watering on spinach which caused no significant effect on carbohydrate and lipid contents. The highest content of protein is on the treatment of 40% field capacity and the highest content of Vitamin A is on the treatment of 20% field capacity. Vitamin C content of spinach leaf is increasing with the increase in field capacity.
Kata Kunci : Amaranthus hybridus L., karbohidrat, lipid, protein, Vitamin A, Vitamin C, karst, kapasitas lapang