GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI MAHASISWA KLUSTER KESEHATAN DAN KLUSTER SAINTEK UNIVERSITAS GADJAH MADA
INTAN RIZQI R, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASISwamedikasi bila dilakukan dengan rasional sangat menguntungkan dan begitupun sebaliknya. Jika pengetahuan mahasiswa mengenai swamedikasi tinggi, diperkirakan kemampuan masyarakat dalam swamedikasi akan meningkat. Maka diperlukan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa UGM yang dibedakan menurut kluster dan mengetahui pengaruh jenis kelamin dan tahun angkatan mahasiswa terhadap pengetahuan swamedikasi. Penelitian ini menggunakanan metode observasional dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Melalui accidental sampling, didapatkan 110 responden mahasiswa kluster kesehatan dan 101 responden mahasiswa kluster saintek. Data yang didapat melalui kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan Spearman Rank Correlation dan chi square test. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa kluster kesehatan yang pengetahuan swamedikasinya tinggi sebesar 70,91% responden dan pengetahuan swamedikasi rendah 29,09% responden. Pada kluster saintek, mahasiswa yang tingkat pengetahuan swamedikasinya tinggi sebesar 24,75% responden dan pengetahuan rendah 75,25% responden. Secara umum, mahasiswa yang pengetahuan swamedikasinya tinggi adalah mahasiswa kluster kesehatan (70,91%), berjenis kelamin perempuan (61,24%), angkatan 2011 (72,22%) dan berasal dari Fakultas Kedokteran (75%). Terdapat korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kluster dan faktor demografi mahasiswa seperti jenis kelamin dan tahun angkatan (p value = 0,00).
If self medication done rationally, it will give many benefits and vice versa. It was expected that if self medication knowledge of university students is high, society knowledge about self medication will also improve. Hence, a research to overview UGM’s students level of self-medication knowledge that differentiated according to cluster, gender and level of study were needed. A cross sectional study was conducted on 110 health cluster students and 101 technology and science cluster students. Those sample sizes were determined by accidental sampling method. Data which were obtained through a questionnaire then described descriptively and analyzed statistically with Spearman Rank Correlation and chi square test. The result showed that 70,91% health cluster students had high self-medication knowledge and 29,09% had poor self medication knowledge. On technology and science cluster students, 24,75% had high self medication and 75,25% had poor self medication. In general students who had high self medication knowledge is health cluster students 70,91%, mostly woman 61,24%, 3rd year students (2011) and from faculty of medicine. There was significant correlation between self medication level of knowledge and demography factors such as gender and year of study (p value = 0,00).
Kata Kunci : swamedikasi, kluster kesehatan, kluster saintek, mahasiswa