ANALISIS BIAYA SIKLUS HIDUP JEMBATAN GELAGAR BETON BERTULANG KONVENSIONAL DAN JEMBATAN INTEGRAL PENUH BETON BERTULANG BENTANG 20 METER
GINA RIZKA AMALIA, Ir. Heru Budi Utomo, MT.
2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILPada jenis struktur jembatan gelagar beton bertulang konvensional sering kali terdapat siar muai dan celah (dilatasi) antara struktur bangunan atas dan bangunan bawah. Sedangkan jembatan integral dibuat tanpa adanya pergerakan antar bentang (spans) atau antar bentang dengan abutment, sehingga tidak terdapat siar muai. Dengan adanya perbedaan elemen struktur pada jembatan, maka akan mempengaruhi kebutuhan biaya perawatan jembatan selama umur rencana 50 tahun. Berdasarkan analisis biaya siklus hidup, dapat diketahui besar biaya kegiatan pemeliharaan, pemeriksaan, perbaikan dan total biaya siklus hidup selama umur rencana jembatan. Metode yang digunakan dalam analisis biaya siklus hidup ini adalah metode nilai masa datang dengan pembayaran tunggal. Pada analisis biaya siklus hidup ini, biaya awal jembatan konvensional lebih rendah dibandingkan biaya awal jembatan integral. Namun, total biaya siklus hidup jembatan konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan biaya siklus hidup jembatan integral, yaitu Rp 30.069.063.000,00 untuk jembatan konvensional dan Rp 17.946.887.000,00 untuk jembatan integral. Jadi, biaya awal konstruksi yang rendah belum menentukan total biaya siklus hidup yang rendah pula.
In conventional reinforced concrete girder bridge there is often an expansion joint and crack between upper-structure and sub-structure. Meanwhile full integral reinforced concrete girder bridge made without any movement between spans or between span and abutments, so there is no expansion joint. With the differences in the structural elements of the bridge, it will affect the needs of bridge maintenance costs during the design life of 50 years. Based on the life cycle cost analysis, the costs that can be determined are maintenance cost, inspection cost, future rehabilitation cost and total life cycle cost over the life plan of the bridge. The method that used in this analysis is future value method of a single payment. In this life cycle cost analysis, the initial cost of a conventional bridge is lower than the initial cost of integral bridges. However, the total life cycle cost of a conventional bridge is much higher than the cost of an integral bridge, which was Rp 30,069,063,000.00 for conventional bridges and Rp 17,946,887,000.00 for integral bridges. Thus, the low initial cost of construction has not determined the total life cycle costs are low.
Kata Kunci : Analisis Biaya Siklus Hidup, Jembatan Konvensional, Jembatan Integral Penuh.