KELIMPAHAN GULMA PEMANJAT PADA TANAMAN CEMARA UDANG DI SEKITAR EKOSISTEM AGRO, PANTAI SAMAS, BANTUL (study kasus di Kawasan Lahan Pasir Pantai Samas Bantul)
ANAN TRI KUSUMA, Dr. Ir. Sri Rahayu, MP.
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANTanaman cemara udang merupakan tanaman yang saat ini banyak ditanam di Pantai Samas. Pemilihan jenis ini dikarenakan cemara udang dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan pantai. dalam perkembangan selanjutnya saat ini di kawasan pantai samas, ekosistem di belakang pertanaman cemara udang telah berhasil dimanfaatkan sebagai kawasan Ekositem Agro. Namun timbul masalah yaitu adanya gulma pemanjat yang tumbuh pada cemara udang di sekitar ekosistem agro. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma pemanjat dan mengevaluasi kelimpahannya terhadap cemara udang yang berada di dekat kawasan ekosistem agro. Penelitian dilakukan pada bulan Mei dan Juli 2013 di pertanaman cemara udang sekitar kawasan pantai samas, bantul, yaitu di Goa Cemara, Tambak Udang, dan Mercusuar. Pengambilan data dilakukan dengan membuat petak ukur sebanyak 4 petak ukur di setiap lokasi pada umur tua dan muda (masingmasing umur 2 plot) dengan ukuran 400 m2 . Pembuatan petak ukur didasarkan pada kondisi pencahayaan setiap pohonnya yaitu terbuka dan ternaung. Analisis tren digunakan untuk mengetahui sebaran gulma pemanjat, intensitas gulma pemanjat, dan kemampuan adaptasinya kaitannya dengan kondisi cahaya ternaung dan terbuka. Berdasarkan penelitian, diketahui satu jenis gulma pemanjat, yaitu Passiflora foetida. Luas Sebaran (LS) dan Intensitas gulma pemanjat (IP) berdasarkan lokasi penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi, pada umur tua paling besar di lokasi Mercusuar (LS=60 %, IP=27,65%), kedua Tambak Udang, yaitu (LS=25 %, IP=12,5 %), dan paling kecil Goa Cemara (LS= 0%, IP= 0%). Pada umur muda paling besar di lokasi Tambak Udang (LS=56,25 %, IP=29,16%), kedua Goa Cemara (LS= 17,64%, IP=7,38%), dan paling kecil Mercusuar (LS= 0%, IP=0%).
Casuarina equisetifolia is a plant that is now widely grown in the Samas Beach. Selection of this type because Casuarina equisetifolia can adapt to environment conditions beach. In the subsequent development of the samas coast at this time, ecosystem plantation in the back of Casuarina equisetifolia have been successfully be used as agro ecosystem area. But the problems arises that is the weeds climber that grows on Casuarina equisetifolia around the area of ecosystem agro. This research aims to identify the types of weeds climber and evaluate the abundance of the Casuarina equisetifolia which was near the area of ecosystem agro. The research was conducted in May and July 2013 in a plantation of Casuarina equisetifolia around of Samas beach, bantul, that is in Goa Cemara, Tambak Udang, and Mercusuar. Data collection was done by making plots by 4 plots at each location in the elderly and young (each age 2 plots) with the size of 400 m2. Making the plot is based on the lighting conditions of each tree that is open and shaded. Tren analysis is used to determine the distribution of weeds climber, weeds climber intensity, and its ability to adapt to do with shaded and open light conditions. Based on research, the type of weed climber known, that is Passiflora foetida. Wide Distribution (WD) and Intensity of Weeds Climber (IWC) based on the location of the study showed varied results, in old age the largest of locations is Mercusuar (WD=60 %, IWC=27,65%), second is Tambak Udang, that is (WD=25 %, IWC=12,5 %), and the smallest is Goa Cemara (WD= 0%, IWC= 0%). In young age the largest of locations is Tambak Udang (WD=56,25 %, IWC=29,16%), second is Goa Cemara (WD= 17,64%, IWC=7,38%), and the smallest is Mercusuar (WD= 0%, IWC=0%).
Kata Kunci : cemara udang, gulma pemanjat, luas sebaran, intensitas,ekosistem agro