Laporkan Masalah

Penerapan Kekuatan Normatif Uni Eropa di Indonesia

N GIGIH PRAMONO, Rocdi Mohan Nazala, S.IP, MSA, M.Lit.

2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Skripsi ini membahas konsep Kekuatan Normatif Eropa, sebuah konsep yang dikembangkan oleh Ian Manners untuk menjelaskan hakikat dan tujuan ideal Uni Eropa sebagai sebuah aktor dalam dinamika politik internasional. Riset ini berusaha melihat penyebaran norma dan nilai Eropa dengan melihat studi kasus kebijakan eksternal Uni Eropa di Indonesia pasca rezim Suharto. Skripsi ini memiliki argumen bahwa kebijakan eksternal UE telah memenuhi 3 unsur: asas prinsip (kebijakan harus berdasarkan prinsip universal atau regional), asas tindakan (mengutamakan metode persuasif, dialog, dan sanksi simbolik), dan asas dampak (adanya sosialisasi kepada masyarakat dan memiliki dampak berkelanjutan). Hal ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan, contohnya Aceh Monitoring Mission, dimana UE mengedepankan pendekatan dialog untuk memediasi pemerintah Indonesia dan GAM; serta penandatanganan FLEGT-VPA untuk mengatasi penebangan liar di Indonesia. Skripsi ini juga berargumen bahwa kebijakan eksternal UE telah berhasil menumbuhkan ketertarikan dari pihak pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengadopsi nilai dan norma Eropa.

This undergraduate thesis examines the Normative Power Europe, a concept written by Ian Manners to explain the actorness as well as the ideal objectives of European Union in international politics. This research uses EU’s external action in Indonesia after the fall of Suharto-regime to prove that EU diffuses their norms and values through their actions. The thesis argues that EU’s action in Indonesia is based on three foundation: principle (the action is based on universal or regional norms and principles), action (emphasize on persuasive, dialogues, and symbolic-sanction methods), and impact (good socialization to the society and also has a sustainable impact). This could be seen through several policy, for example Aceh Monitoring Mission where the EU focused on dialogue approach to mediate Indonesia and GAM during the peace-building process; and signing of FLEGT-VPA to tackles the illegal-logging problems in Indonesia. This thesis also found that EU external action successfully attract the Indonesian government and society to adopt the European norms and values.

Kata Kunci : Kebijakan eksternal UE, Kekuatan Normatif Eropa, Indonesia, era Reformasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.