Laporkan Masalah

PERILAKU KESEHATAN IBU HAMIL DI INDONESIA (ANALISIS DATA PUBLIKASI SDKI 2012)

HERRY BUDHI SUTRISNO, Umi Listyaningsih, S.Si, M.Si

2014 | Skripsi | GEOGRAFI MANUSIA

Perilaku kesehatan ibu hamil erat kaitannya dengan faktor penyebab kematian bayi dan juga kematian ibu itu sendiri. Perilaku kesehatan ibu hamil perlu diperhatikan mengingat angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia saat ini masih mengkhawatirkan dan jauh dari target MDG’s. Dengan semakin meningkatnya kondisi sosial ekonomi ibu hamil diharapkan akan mempengaruhi perilakunya dalam perawatan kesehatan di masa kehamilan sampai waktu pasca melahirkan sehingga akan mengurangi resiko kematian bayi maupun dirinya sendiri. Penelitian tentang perilaku kesehatan ibu hamil ini menggunakan data sekunder yaitu data publikasi SDKI 2012. Data SDKI merupakan survey berskala nasional yang menyediakan data rinci tentang kesehatan ibu dan anak serta kematian anak dan dewasa. Variabel-variabel yang dianalisa akan disajikan dalam bentuk tabel silang. Dengan menggunakan analisis ini maka akan mudah dipahami bagaimana persebaran data yang akan memberikan gambaran umum dari survey. Analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian ini. Menurut karakteristik sosial, semakin tinggi tingkat pendidikan ibu hamil maka semakin besar proporsi ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan. Ibu yang melahirkan pada kelompok umur 20-34 tahun lebih banyak yang memeriksakan kehamilannya. Ibu hamil yang bertempat tinggal di daerah perkotaan lebih banyak yang memeriksakan kehamilannya dibandingkan dengan ibu hamil yang bertempat tinggal di perdesaan. Perilaku kesehatan ibu hamil menurut provinsi terlihat bahwa ibu hamil yang berada di wilayah pulau Jawa dan Bali cenderung lebih banyak memeriksakan kehamilannya dibandingkan dengan wilayah lainnya. Banyaknya ibu hamil yang memilih melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan terdapat pada wilayah pulau Jawa dan Bali. Hal ini dikarenakan ketersediaan dan persebaran fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah pulau Jawa dan Bali sudah cukup merata, baik yang di perkotaan maupun di perdesaan.

Maternal health behavior closely associated with the causes of infant mortality and maternal mortality itself. Maternal health behavior need to be considered given the maternal mortality rate in Indonesia is still alarming and far from the MDG’s. With the increasing socio-economic conditions are expected to affect maternal behavior in health care during pregnancy until the postpartum period that will reduce the risk of infant mortality as well as himself. Research on the health behavior of pregnant women using secondary data is data publication IDHS 2012. IDHS is nationwide survey that provides detailed data on maternal and child health as well as child and adult mortality. The variables analyzed are presented in tabular form a cross. By using this analysis it will be easy to understand how the distribution of data that will give a general overview of the survey. Qualitative descriptive analysis used in this study to answer the question. According to the social characteristics, the higher the mother’s education level, the greater the proportion of pregnant women who checkups to health workers. Mother who gave birth in the age group 20-34 years are more checkups. Pregnant women who live in urban areas are more checkups compared with pregnant women who reside in rural areas. Maternal health behavior by province shows that pregnant women who were in the area of Java and Bali tend to be much more checkups than other regions. The number of pregnant women who choose to give birth in a health care facility located on the island of Java and Bali region. This is because the availability and distribution of health care facilities in the area of Java and Bali are quite uneven, both in urban and rural areas.

Kata Kunci : perilaku, kesehatan, ibu hamil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.