Laporkan Masalah

TERJEMAHAN CERITA ANAK: “AKAI KUTSU”, “NANATSU NO KO”dan “HATSU YUKI NO FURU HI”

PUTRI AGANTI, Santi Andayani S.S

2014 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANG

Tugas akhir ini merupakan terjemahan cerita pendek Jepang yang berjudul “Akai Kutsu” ,“Nanatsu no Ko”dan“Hatsu Yuki no Furu Hi”karyaYuu Naoko, Ueyama dan Awa Naoko.Alasan memilih cerita pendek tersebut karena ceritanya menarik untuk dibaca anak.Cerita anak ini berbeda dari pesan moral yang terdapat di cerita anak lainnya, bagus, dan cocok untuk anak-anak.Terjemahan tersebut belum masuk dalam judul tugas akhir yang sudah diterjemahkan. Dalam menerjemahkan cerita ini penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif.Menggunakan metode tersebut karena jika cerita anak ini diterjemahkan kata demi kata akan mempersulit pembaca untuk memahami maksud cerita. Metode ini memperhatikan prinsip komunikasi, ketepatan dan efisiensi sebuah teks sehingga metode ini tepat untuk dipilih. Cerita pendek ini bercerita tentang seseorang anak laki-laki yang sedang bermimpi di loteng kakeknya .Dia bermimpi bertemu seorang gadis namun akhirnya harus berpisah.Cerita kedua tentang anak burung gagak yang berlatih terbang sampai pulang malam hari ke rumah dan membuat ibunya khawatir walau akhirnya mereka dapat menemukan Kankurou.Cerita terakhir tentang anak perempuan yang diculik kelinci-kelinci waktu bermain engklek namun dibantu oleh nenek, akhirnya dapat selamat. Pesan moral yang terkandung dalam cerita pertama adalah jika ada teman atau sanak saudara yang sedang murung sebaiknya kita menemani agar menjadi senang hatinya.Pesan moral yang terkandung dalam cerita kedua adalah orang tua pastilah khawatir jika terjadi sesuatu dengan anaknya, mereka menyayangi anaknya maka dari itu kita sebagai anak tidak boleh nakal. Cerita terakhir memiliki pesan moral agar saling tolong menolong.

This final assignment is a translation work of Japanese short stories entitled “Akai Kutsu” ,“Nanatsu no Ko” and “Hatsu Yuki no Furu Hi” byYuu Naoko, Ueyama and Awa Naoko. The stories were chosen for their interesting plot and their readability for children. Their distinctive moral messagesare goodandappropriate for children. Translated work for both stories was never before produced as final assignment. Communicative Translation Method was chosen to best translate the stories. It was chosen to avoid difficulties in understanding the translated work as opposed to using literal word-per-word translation method. This method considers communicative principles, accuracy and efficiency; thus, so chosen. The first story tells us about a boy who was having a dream in his grandfather’s attic. He dreamt of meeting a girl who eventually had to leave. The second story tells us about a young crow who learned to fly and failed to go home on time, which made his mother worried, but in the end the lost young crow, Kankurou, was found. The last story tells us about a girl who was kidnapped by rabbits when she was playing hopscotch; however later in the story, her grandmother saved her. The moral message that we can learn from the stories are that, respectively, (1) we should accompany a friend or relative to cheer them up when they get moody, (2)we should not be disobedient against our parents because they love their children and must be worried if anything happens to us, and (3)we should help each other.

Kata Kunci : Terjemahan, Akai Kutsu, Nanatsu no Ko,Hatsu Yuki no Furu no Hi, Yuu, Ueyama, Awa, metode komunikatif.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.