Laporkan Masalah

Perbandingan Toleransi Agama Masyarakat Yogyakarta dan Kazan

NADIA FATMAKUSUMAH, Drs. Samsu Rizal Panggabean, M.Sc.

2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Yogyakarta adalah sebuah kota kebanggan Indonesia yang menyandang nama “City of Tolerance” karena dianggap sebagai kota yang memiliki keanekaragaman budaya, nilai dan etnis. Pada tanggal 3 Maret 2011 bertempat di Balai Kota, Mantan Walikota Yogyakarta, Henry Zudianto mengukuhkan Kota ini secara resmi sebagai sebuah Kota Toleransi di hadapan masyarakat luas. Kota Yogyakarta bukanlah merupakan satu-satunya yang memiliki nama Kota Toleran, Kota Kazan, ibukota dari Republik Tartarstan merupakan salah satu kota di benua Eropa yang menyandang nama Kota Toleransi yang memiliki latar belakang kota yang hampir serupa dengan Yogyakarta, mayoritas masyarakat beragama Muslim dan kota yang terdiri dari banyak etnis serta multikultur. Namun, melihat jumlah konflik agama yang terus meningkat di Yogyakarta, nama “Kota Toleransi” mulai dipertanyakan oleh banyak pihak. Sedangkan Kazan kecenderungan konflik antar masyarakat agama yang cukup rendah dibandingkan dengan Yogyakarta dan menjadi daerah kebanggan Negara Federal Rusia terutama dalam hal toleransi beragama. Melihat latar belakang kedua kota yang cukup serupa, mayoritas masyarakat yang beragama Muslim, kota yang terdiri dari banyak etnis serta multikultur, dan juga samasama menyandang nama “Kota Toleransi”. Seperti Kazan, Yogyakarta seharusnya juga bisa menjadi sebuah kota yang benar-benar damai tanpa konflik antar masyarakat beragama tapi kini mengapa hingga kini konflik antar masyarakat beragama justru semakin meningkat.

Yogyakarta is one of the mascots city Republic of Indonesia that has special name called “City of Tolerance” because this city is considered as multiculture city where people from different background, religion, and value could live in one place. On March 3, 2011 at Balai Kota, Former Mayor of Yogyakarta, Henry Zudianto officially confirmed that Yogyakarta became “City of Tolerance” in the face of the wider community. Yogyakarta is not the only that has a name as Tolerant City, City of Kazan, the capital of the Republic Tartarstan is one of the cities in the European continent which bears the same name as City of Tolerance and one of pride of Russian Federation. Both city have background that is almost similar to one and other, such as majority of people are Muslim, the city is consisted of so many ethnics and multicultural. However, looking at the number of religious conflicts that continue to increase in Yogyakarta, the name “City of Tolerance” has been questioned by so many parties. While in Kazan conflicts tendency between religious communities is quite low compared to Yogyakarta especially in terms of religious tolerance. Looking at the background of the two cities that are quite similar, Yogyakarta should also be a city of peace actually without conflict between religious communities but the fact shows that conflict between religious communities increased significantly.

Kata Kunci : Kota, Toleransi, Agama, Komunitas, Konflik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.