DAAI TV DALAM PRAKTEK JURNALISME DAMAI
HERIBERTUS SUCIADI NUGRAHA, Rahayu, SIP., M.Sc., MA.
2014 | Skripsi | Ilmu KomunikasiJumlah penonton televisi di Indonesia pada tahun 2011 saja telah mencapai 13, 4 juta orang. Televisi dengan segala kelebihannya mampu menyaingi media lain seperti radio, surat kabar dan internet. Televisi mampu menyajikan tayangan audio visual tanpa membebani pemirsa dengan biaya penyiaran. Sebagai salah satu media yang banyak digunakan, televisi memberikan pengaruh kepada pemirsanya. Pengaruh ini bisa positif maupun negatif, tergantung pada apa yang diberikan televisi. Sayangnya akhir-akhir ini banyak tayangan yang bersifat negatif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya aduan yang disampaikan kepada KPI dan banyaknya program televisi yang mendapat teguran dari KPI. DAAI TV dengan program-programnya yang humanis berusaha menyajikan tayangan yang positif kepada pemirsanya. Salah satu program jurnalistik DAAI TV yang menayangkan tayangan positif adalah program “Mata Hatiâ€. “Mata Hati†mempraktekkan jurnalisme damai dalam proses produksinya. Proses produksi ini dimulai dari penemuan ide, perencanaan, persiapan produksi, liputan berita, penulisan naskah, editing naskah dan video, sampai penayangan. Ada beragam langkah dalam masing-masing proses produksi yang menjadikan tayangan “Mata Hati†berbeda dengan progam berita lain. Langkah-langkah ini dikontrol dengan ketat oleh produser, menjadikan “Mata Hati†menjadi produk jurnalisik dengan perspektif jurnalisme damai. Berangkat dari pertanyaan bagaimana prinsip jurnalisme damai dipraktekkan oleh DAAI TV dalam produksi program berita, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa jauh prinsip-prinsip jurnalisme damai diterapkan dalam program “Mata Hati†melalui kebijakan redaksionalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Dengan demikian diharapkan penelitian ini akan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai bagaimana prinsip-prinsip jurnalisme damai dipraktekan dalam produksi program “Mata Hatiâ€
The number of television viewers in Indonesia in 2011 has reached 13, 4 million people. Television with its advantages is able to compete with other media such as radio, newspapers and the internet. Television is able to present audio-visual impressions without burdening viewers with the cost of broadcasting. As one of the many media used, television give effect to the television viewers. This effect can be positive or negative, depending on the variety of television show. Unfortunately, these days a lot of negative impressions. This be evindenced with the number of complaints that were submitted to the KPI and many television programs reprimanded KPI. DAAI TV with programs that humanists try to present a positive impression to the viewers. One of the TV programs that broadcast journalism DAAI positive impressions is the program \\"Mata Hati\\". \\"Mata Hati\\" practices peace journalism in the production process. The production process starts from the discovery of ideas, planning, production, preparation, news coverage, script writing, editing text and video, until delivery. There are a variety of steps in each production process which makes the show \\"Mata Hati\\" is different from other news programs. These steps are tightly controlled by the producer, making \\" Mata Hati\\" into the product jurnalisik with peace journalism perspective. Starting from how peace journalism practiced in DAAI TV, this study aims to determine how and how far the principles of peace journalism implemented in the program \\"Mata Hati\\" through editorial policy. This study used a qualitative approach with descriptive case study method. It is hoped this research will be able to provide a complete picture of how the principles of peace journalism practiced in the production of the program \\"Mata Hati \\"
Kata Kunci : Televisi, Jurnalisme Damai, Kebijakan Redaksional, Produksi Berita