KELAYAKAN FUNGSI KONTROL JEMBATAN TIMBANG STUDI KASUS JEMBATAN TIMBANG KULWARU
TEGUH PRASETYO, Ir. Djoko Murwono, M.Sc.
2014 | Skripsi | TEKNIK SIPILPergerakan lalu lintas angkutan barang dari dan ke Daerah Istimewa Yogyakarta sangat tinggi. Untuk menunjangnya maka dibutuhkan perencanaan sarana dan prasarana transportasi yang baik. Perencanaan yang baik bisa dimulai dengan memaksimalkan fungsi kontrol terhadap angkutan barang melalui jembatan timbang. Dengan keberadaan jembatan timbang kita bisa memperoleh berat total angkutan, kelebihan berat angkutan, jenis barang yang diangkut serta tujuan distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fasilitas kontrol jembatan timbang, berat kendaraan angkutan barang yang dicatat serta muatan sumbu kendaraan angkutan barang. Lokasi penelitian bertempat di Jembatan Timbang Kulwaru yang terletak pada Jalan Raya Wates – Purworejo. Jembatan timbang yang digunakan adalah jembatan timbang tetap dengan tipe Deep Pit. Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (KM 5/1995, Tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor Di Jalan) lokasi penelitian memiliki fasilitas penunjang yaitu gedung operasional; lapangan parkir kendaraan; fasilitas jalan keluar masuk kendaraan; gudang penyimpanan barang; lapangan penumpukan barang; bangunan gedung untuk generator set; pagar; dan perambuan untuk maksud pengoperasian. Data diperoleh dari pengamatan di jembatan timbang selama 2 x 24 jam. Data yang digunakan meliputi kondisi fasilitas; kondisi lingkungan; kondisi operasional; jenis angkutan barang; dan berat tercatat angkutan barang. Hasil analisa kelayakan Jembatan Timbang Kulwaru berdasarkan data pengamatan menunjukkan bahwa kontrol terhadap kendaraan angkutan barang masih belum maksimal walaupun didukung dengan sarana yang memadai. Peneliti menilai kondisi fasilitas yang baik serta kondisi lingkungan dapat mendukung JembatanTimbang Kulwaru beroperasi maksimal. Tetapi sistem manajemen operasional masih menghambat terjadinya kontrol angkutan barang yang sesuai dengan regulasi pemerintah. Tercatat rata-rata pelanggaran muatan adalah 57,67% setiap harinya.
The movement of freight traffic from and to Yogyakarta is very high. To support it then takes planning facilities and good transport infrastructure. Good planning can begin to maximize the control function to transport goods through the weighbridge. In the presence of weighbridge we can obtain the total weight of freight, transport excess weight, the type of goods being transported as well as the purpose of the distribution of goods. This study aims to determine the feasibility of weighbridge control facilities, heavy freight vehicles were recorded as well as cargo freight vehicles axis. Research sites located in Kulwaru Weigh Bridge located on Highway Wates - Purworejo. Weighbridge used is fixed by the type of Deep Pit. In accordance with the Decree of the Minister of Transportation (KM 5/1995, on the Implementation of Vehicle Weighing On the Road) location of the study have the building operational support facilities; vehicle parking lot; roads out for the vehicle; warehouse storage of goods; yard goods; building for generator sets; fences; and sign for the purpose of the operation. Data obtained from observations at weigh stations for 2 x 24 hours. Data used include the condition of the facility; environmental conditions; operating conditions; types of transport of goods; and carrying heavy goods transportation. The results of the feasibility analysis Weigh Bridge Kulwaru based observational data indicate that control of freight vehicles is still not optimally supported despite the adequate facilities. Researchers assess the condition of good facilities and environmental conditions can support a maximum operating Kulwaru Weigh Bridge. But the system is still operational management controls to inhibit the transport of goods in accordance with government regulations. Average carrying charge is 57.67% violations every day.
Kata Kunci : jembatan timbang, kelayakan, kontrol, berat angkutan