Laporkan Masalah

Perubahan Sosial Akibat Kebijakan Relokasi Bandara Adi Sucipto di Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo

DEWI SUSILOWATI, Puguh Prasetya Utomo, S.IP, MPA

2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Perubahan sosial akibat kebijakan relokasi Bandara Adi Sucipto di Desa palihan Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo dipilih pemerintah sebagai upaya alternatif untuk menggantikan bandara Adi Sucipto yang berlokasi di Kabupaten Sleman karena sudah dianggap tidak layak pakai. Berdasarkan rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Kulon Progo Nomer 1 Tahun 2012. Setelah melalui proses panjang, akhirnya bandara resmi akan dibangun di Kabupaten Kulon Progo. Pembangunan merupakan isu yang sensitif bagi masyarakat dan dapat memicu terjadinya perubahan sosial masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi ketika kebijakan masih dalam wacana kebijakan. Tidak adanya upaya sosialisasi yang sinergis antara pemerintah daerah semakin membuat situasi menjadi semakin rumit. Masyarakat mengganggap pemerintah lamban dan tidak solutif. Perubahan sosial diteliti menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan evaluasi bebas tujuan yaitu penelitian tidak berfokus pada apakah proyek atau kebijakan berhasil mencapai tujuannya namun lebih pada efek samping yang terjadi atas kebijakan tersebut. Kebijakan relokasi bandara belum diimplementasikan pembangunannya dan ketika kebijakan tersebut masih dalam level wacana telah menimbulkan perubahan sosial dalam masyarakat di Desa Palihan. Perubahan tersebut menyentuh aspek perubahan nilai, norma dan kepercayaan yang ditandai oleh terjadinya pro dan kontra dalam masyarakat dan memicu terjadinya konflik, terjadinya fragmentasi sosial yang ditandai dengan adanya kelompok-kelompok sosial masyarakat yang pada perkembangannya kelompok-kelompok sosial tersebut dapat menimbulkan konflik bagi masyarakat dan juga adanya perubahan perekonomian masyarakat. Perubahan tersebut ditandai dengan munculnya aktivitas ekonomi baru yaitu pelatihan usaha yang nantinya dipersiapkan masyarakat untuk menghadapi rencana pembangunan bandara. Adanya pro dan kontra merupakan hal yang mutlak dapat terjadi karena masyarakat memiliki rasionalitas yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah. Masyarakat yang kontra terhadap pembangunan bandara beranggapan adanya pembangunan tersebut dapat menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Masyarakat merasa belum siap jika harus kehilangan lahan dan tidak memiliki keahlian lain selain bertani karena profesi sebagi petani sudah berlaku turun-temurun. Masyarakat yang pro terhadap pembangunan bandara menganggap adanya pembangunan bandara dapat membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan menambah aktifitas perekonomian masyarakat. Dalam perkembangannya, adanya pro dan kontra semakin meruncing pada konflik masyarakat. Adanya demonstrasi menuntut kejelasan pemerintah daerah terkait rencana pembangunan bandara dan isu kenaikan harga tanah juga menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi.

Policy of Adi Sucipto Airport relocation to Palihan village of Temon district at Kulon Progo regency was selected by government as alternative to substitute the airport located in Sleman regency because the condition does not suit. After long process, the new airport will be officially constructed in Kulon Progo. Development is sensitive issue for public and may induce social change. It may occur when the policy is in discourse phase. Not synergetic socialization between local governments make situation increasingly complex. People consider government slow and did not offer solution. Social change is studied using phenomenology method with goal-free evaluation approach in which the research does not depend on whether the project of policy success in achieving its objective but not focus on side effect of the policy. Airport relocation policy has not been implemented physically and when the policy is in discourses level, it has created social change on society in Palihan village. The change involve change in value, norm and trust marked with pro and cons in society and induce conflict, social fragmentation indicated with existence of social group that causing conflict in society and also change in econo0mic life. The changes were marked with emerging new economic activity such as business training that is intended to prepare society to deal with airport construction plan. Pro and cont must occur due to people have different rationality over government policy. People opposing airport construction considered that the development can omit livelihoods of people as farmer and non owned land farmer. They feel unready to loss land and have no other skill beside farming because the profession has been inherited for generations. Meanwhile, people supporting airport construction considered that the construction may make better people life and promote people economic activity. In its progress, opposing and supporting group sharpen conflict in society. In demonstration to dement clarity from local government related to airport development and issue of land price increase cannot be avoided.

Kata Kunci : Perubahan sosial, Kebijakan relokasi bandara, Pro dan kontra


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.