UPAYA PENJAMINAN KEAMANAN PANGAN MELALUI PEMERIKSAAN PRODUK IKAN DI YOGYAKARTA
YUSTINUS HONDRO, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.
2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANIkan merupakan salah satu bahan pangan yang cukup digemari masyarakat. Selain rasanya yang enak, ikan memiliki kandungan gizi yang hampir sempurna dengan kandungan protein sekitar 20% dan asam lemaknya banyak mengandung omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Namun, disamping kelebihan tersebut, ikan mudah mengalami kerusakan karena kadar airnya yang tinggi sehingga diperlukan pengawetan untuk memperpanjang daya simpannya. Saat ini ada banyak hasil perikanan yang diawetkan menggunakan bahan tambahan non pangan yang dilarang Pemerintah, salah satunya adalah formalin. Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan formalin pada ikan-ikan di Kota Yogyakarta dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menjamin keamanan produk ikan yang beredar di Kota Yogyakarta. Hasil pemeriksaan menggunakan Tes Kit Formalin menunjukkan salah satu sampel mengandung formalin dengan kadar 1,5 ppm. Program pengawasan yang telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian kota Yogyakarta sudah cukup baik, hanya saja jika diperhatikan batas toleransi penggunaan formalin yang diperbolehkan masih cukup besar dibandingkan dengan standar International Programme on Chemical Safety (IPCS).
Fish is one of food commodities that is quite popular in the public, not only for the delicious taste but also the nutrient contents, with the protein content 20% and fatty acid content which contains a lot of omega-3 that are beneficial to human health. However, these nutrient contents are susceptible to degradation due to the high water content, so it is necessary to extend the life-time storage by the use of preservative substance. Now a days, there are lot of fishery product spreserved using non-food additives which are banned by the government health division, one of which is formaldehyde. This On the Job Training aims to determine the level of formalin content used in fish and to know the effort to take to ensure the safety of fish products in the city. The test result using Formalin Test Kit shows one of the samples contains of 1.5 ppm formaldehyde. The monitoring program conducted by the Department of Industry, Trade, Cooperative and Agricultural of Yogyakarta is rather good, it's just that the formaldehyde content found in fish is still above standard compared to the standards of International Programme on Chemical Safety (IPCS).
Kata Kunci : Ikan, Formalin, Keamanan pangan, IPCS