Infiltrasi Pada Kawasan Hutan Pinus Campuran Berumur 15 Tahun Di DTA Gajah Mungkur
LISTIA SHELLY VITA NINGTYAS, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut.,M.Si
2014 | Tesis | KEHUTANANHutan pinus campuran merupakan hutan dengan pola tanam campur antara tanaman pokok pinus dengan tanaman lain. Tujuan dari pola tanam campur adalah untuk menjaga keberlangsungan produksi, penanaman, dan pembudidayaan tanaman pinus agar tidak diganggu oleh masyarakat sekitar hutan. Penerapan pola tanam campur memiliki strata tajuk yang bervariasi sehingga memiliki respon hidrologis yang lebih baik. Bertambahnya umur tegakan akan mempengaruhi perubahan kondisi penutupan lahan dan struktur fisik tanah. Kondisi tersebut akan mempengaruhi laju infiltrasi pada daerah tersebut. Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah bulk density dan biomassa tumbuhan bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui besarnya laju infiltrasi di kawasan hutan pinus campuran. (2) untuk mengetahui pengaruh kepadatan volume (bulk density) tanah dan biomassa tumbuhan bawah terhadap laju infiltrasi, dan (3) untuk mengetahui tingkat perubahan infiltrasi pada tegakan Pinus berumur 9 tahun dan tegakan Pinus berumur 15. Pengukuran infiltrasi dilakukan secara purposive random sampling dengan sampel sebanyak 30 titik. Bulk density diambil menggunakan soil ring sample. Biomassa tumbuhan bawah diambil dengan membuat petak ukur ukuran 1x1 m2. Data vegetasi diambil menggunakan metode petak ukur kuadrat. Data laju infiltrasi, bulk density,dan biomassa yang diperoleh dianalisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh bulk density dan biomassa tumbuhan bawah terhadap infiltrasi. Data vegetasi diolah dengan software SExI-FS untuk mengetahui kondisi penutupan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin bertambahnya umur tegakan maka laju infiltrasinnya akan semakin besar. Faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi adalah bulk density dengan nilai R sebesar 39,3%. Laju infiltrasi di Hutan Pinus Campuran berumur 15 tahun lebih besar dari pada laju infiltrasi di Hutan Pinus Campuran berumur 9 tahun, dengan peningkatan sebesar 21,49%.
Mixed pine forest is a mixed cropping pattern forest between pine as staple crops combined other crops. The mixed cropping pattern purposes are to maintain the production continuity, planting and pine cultivation. The application of mixed cropping pattern have vary canopy strata that have a better hydrological response. Increasing age of the stands will affect changes in land cover condition and soil physical stucture. These condition will affect infiltration rates in the area. Infiltration is the entry process of water into the soil through the soil surface. Infiltration processes are influenced by several factors such as bulk density and covercrops biomass. The purposes of this study are (1) to investigate the infiltration rate of mixed pine forest, (2) to investigate the effect of soil bulk density and covercrops biomass towards infiltration rate, and (3) to investigate the infiltration changes level of 9 and 15 years old pine stands. Infiltration measurements is carried out by purposive random sampling with sample of 30 point of samples. Bulk densities are taken using soil ring sample. The covercrops biomass are taken by 1 x 1 m2 measurements plot. Vegetation data is measure using quadratic measurement plot. Infiltration rate, bulk density and biomass data are analyzed using multiple linear regression to determine the bulk density and covercrops biomass effect towards infiltration. Vegetation data is processed by SexI-FS software to determine the land cover condition. The results showed that the increasing age of stand, the infiltration rate will increase greater. Influencing factors towards infiltration rate is bulk density with R value of 39,3%. Infiltration rate of 15 years old mixed pine forest is greater then 9 years old, with the increasing rate of 21,49%.
Kata Kunci : Hutan Pinus Campuran, Infiltrasi, Bulk density, Biomassa tumbuhan bawah