Laporkan Masalah

PENGARUH HYDROGEL PADA TANAMAN JATI UMUR 2 TAHUN DI PETAK 7 WANAGAMA I, DESA KEMUNING, GUNUNGKIDUL

DHIAH NOVITA W., Ir. Adriana, MP.

2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Gunungkidul merupakan wilayah yang termasuk ke dalam kawasan karst, sehingga sering mengalami krisis air. Daerah dengan kondisi seperti ini cocok untuk ditanami dengan jati. Seperti yang ada di Petak 7 Wanagama I, Desa Kemuning, Gunungkidul. Kebutuhan air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tanaman dalam melakukan pertumbuhan, baik diameter maupun tinggi. Pada musim kemarau jati dapat mengalami stagnasi pertumbuhan/berhenti tumbuh, bahkan dapat mengalami penyusutan diameter karena kekurangan air. Untuk itu perlu adanya teknologi untuk mengatasi lahan seperti ini, yaitu dengan pemberian hydrogel pada tanaman jati berumur 2 tahun di Petak 7 Wanagama I. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Complete Block Design (RCBD) atau Rancangan Acak Lengkap Berblok, dengan harapan mampu mengetahui dosis hydrogel yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman jati berumur 2 tahun. Terdapat 2 blok dengan ketinggian tempat 0,4% dan 8%, masing-masing blok diberi 4 perlakuan (kontrol atau 0 g, dosis 10 g hydrogel, 20 g hydrogel, 30 g hydrogel), setiap perlakuan terdiri dari 5 unit eksperimen (5 batang). Dari hasil analisis menggunakan F test yang dilakukan, pemberian hydrogel pengaruhnya berbeda nyata diantara perlakuan pada pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman jati umur 2 tahun. Sehingga dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT, dengan hasil dosis 30 g hydrogel mempunyai rata-rata tinggi yang tertinggi yaitu 66,20 cm, dan rata-rata diamteter terbesar yaitu 13,74 mm. Sedangkan pada pemberian 10 dan 20 g belum nampak sekali bedanya. Dari hasil penelitian selama 5 bulan pemberian hydrogel, dapat disimpulkan bahwa pemberian hydrogel yang tepat untuk tanaman jati umur 2 tahun adalah 30 gram.

Gunungkidul is a region that is included in the karst region, so often experienced a water crisis. Areas with these conditions suitable for planting teak. As there at Plots 7 Wanagama I, Desa Kemuning, Gunungkidul. The need for water is essential to meet the needs of growing crops in doing, both diameter and height. In the dry season may have stagnated growth teak/stop growing, even may experience shrinkage in diameter due to lack of water. For that we need the technology to overcome this kind of land, namely the provision of hydrogel on 2 years old teak plants in Plots 7 Wanagama I. The research design used was Randomized Complete Block Design (RCBD), with the hope of knowing the exact dose of hydrogel to improve plant growth teak 2 years old. There are 2 blocks with a height of 0,4% and 8%, respectively given block of 4 treartment (control or 0 g, dose 10 g hydrogel, 20 g hydrogel, 30 g hydrogel), Each treatment consisted of 5 experimental unit (5 trunks). Of the results of the analysis performed using the f test, giving hydrogel significantly different between the treatment effect on height and diameter growth of teak plantation age 2 years. So do further study by DMRT, especially with a dose of hydrogel while giving 10 and 20 g has not appeared at all the difference. Dose of 30 g hydrogel having a high average a high of 66,20 cm and the average diameter is 13,74 mm largest. From the results of the study during the 5 month administration of hydrogel, hydrogel can be concluded that granting the right to plant teak age 2 years was 30 g.

Kata Kunci : Jati 2 tahun, hydrogel, Gunungkidul


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.