PENGARUH KOMPOSISI KOTORAN JANGKRIK DAN 3 JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON LAUT SAMPAI UMUR 3 BULAN
PROBO SANTOSO, Daryono Prehaten, S.Hut, M.Sc.
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANSalah satu faktor keberhasilan penanaman di lapangan adalah kualitas semai yang akan ditanam. Untuk menghasilkan semai yang berkualitas baik dibutuhkan komposisi media yang tepat yaitu mempunyai porositas, aerasi dan drainase yang baik. Oleh karena itu perlu dicari bahan sebagai campuran media yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kotoran jangkrik dengan tanah Regosol, tanah Rendzina, dan tanah Latosol untuk pertumbuhan semai sengon laut (P. falcataria), Penelitian ini menggunakan CRD (Completely Randomized Design). Dengan menggunakan 3 jenis tanah dan 1 bahan organik dan kontrol. Tiap-tiap perlakuan menggunakan 4 semai dan diulang 3 kali. Karakter yang diukur meliputi tinggi semai, diameter semai dan persen hidup. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Laboratorium Silvikultur Intensif, Fakultas Kehutanan UGM. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Pemberian kotoran jangkrik pada 3 jenis tanah yang berbeda tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan semai tanaman sengon laut, namun semai yang ditanam pada media tanpa pemberian campuran kotoran jangkrik dapat hidup sampai akhir pengamatan. Persen hidup kontrol sebesar 100% dan untuk pertumbuhan tinggi semai pada tanah Regosol 8,7 cm, untuk tanah Rendzina 8,3 cm dan pada tanah Latosol 7,8 cm.
One of the successful key of planting on field is the quality of seedling that going to plant. To produce a qualited seedling it needs perfect composition of media that has great porosity, aeration, and drainage. That’s why some materials to mix media that use is needed to find. This research made to find the impact of composition of crickets dirt and regosol soil, rendzina soil, and latosol soil for the growth of seedling sengonlaut(P. falcataria). This research use CRD (Completely Randomized Design) with 3 kind of soil and 1 organic material and control. Every treatment use 4 seedling and repeated 3 times. Characters that counts is the height, diametre, and percentage of life. The result of the research shows that dirt crickets given 3 different kind of soils doesn’t show any real impact to the seedling growth of sengonlaut, but seedling that plant on an mixture of dirt crickets media can survive till the end of observation. Control life percentage 100% and the height growth of seedling is 8,7 cm in regosol soil, 8,3 cm for rendzina soil, and 7,8 for latosol soil.
Kata Kunci : kotoran jangkrik, tanah regosol, tanah rendzina, tanah latosol pertumbuhan, semai sengon laut