PENJADWALAN PRODUKSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER PROGRAMMING (MIP) PADA UKM ROTI BANGKIT YOGYAKARTA
RATRIANI P H, Dr. Henry Yuliando, STP., M.M., M.Agr.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANUKM Roti Bangkit merupakan produsen roti dengan variasi rasa mocca, strawberry, kelapa, coklat, dan coklat kacang. Penjadwalan merupakan hal penting bagi UKM ini karena produksinya didasarkan pada permintaan konsumen. Proses produksi UKM Roti Bangkit bersifat flow shop dan beroperasi dalam jangka waktu yang panjang yaitu mulai pukul 07.00 – 05.00 WIB esok harinya. Akan tetapi keterlambatan pemenuhan pesanan kerap terjadi karena penjadwalan yang kurang tepat. Oleh karena itu diperlukan usulan penjadwalan produksi agar waktu penyelesaian minimal. Usulan penjadwalan yang digunakan adalah penjadwalan dengan Mixed Integer Programming (MIP). Selain itu, digunakan metode penjadwalan mesin seri sebagai metode pembanding. Metode penjadwalan mesin seri yang digunakan adalah algoritma Campbell, Dudek, Smith (CDS). Pengurutan job dilakukan menggunakan penjadwalan MIP dan algoritma CDS dengan tujuan untuk meminimalkan waktu penyelesaian (makespan) seluruh job sehingga dapat memenuhi batas waktu penyelesaian. Selanjutnya penjadwalan usulan dan penjadwalan aktual yang diterapkan di UKM Roti Bangkit disimulasikan berdasarkan permintaan optimal yang diperoleh melalui perhitungan newsvendor problem, kemudian hasilnya dibandingkan. Penjadwalan menggunakan MIP menghasilkan makespan yang sama dengan penjadwalan menggunakan algoritma CDS yaitu sebesar 27466,71 detik. Hasil dari simulasi periode 1 menunjukkan penjadwalan yang diusulkan memberikan makespan yang minimal yaitu 79366,9 detik atau 22,0 jam, sedangkan penjadwalan aktual memberikan makespan yang minimal yaitu 81811,4 detik atau 22,7 jam. Sama halnya pada periode 1, pada simulasi periode 2 penjadwalan usulan memberikan hasil makespan yang minimal yaitu 77373,27 detik atau 21,5 jam, sedangkan penjadwalan aktual memberikan hasil makespan sebesar 80544,30 detik atau 22,4 jam.
Bangkit Bread SME is a bread producer with various flavors namely mocca, strawberry, coconut, chocolate, and choco-nut. Scheduling has an important role for this SME because the production is based on consumer demand. The production process in this SME is flow shop and the operation takes long time which begin at 7 a.m. till 5 a.m. in the next day. However, demand fulfillment is often delayed because scheduling that being used hasn’t right. Thus, necessary to propose production scheduling to minimize completion time. Proposed scheduling used Mixed Integer Programming (MIP). Otherwise, this research also used the comparision method that was serial machine scheduling method such as Campbell, Dudek, Smith (CDS) algorithm. Job sequencing using MIP and CDS algorithm were done to minimize completion time (makespan) of all job, so this SME could fulfill the completion deadline. Furthermore, the proposed scheduling and actual scheduling were simulated by optimal demand which was determined through newsvendor problem, then the results were compared. Scheduling using MIP and CDS algorithm had same result which was 27466.71 seconds. The results of simulation period 1 showed that proposed scheduling had minimum makespan, the value was 79366.9 seconds or 22.0 hours, while the makespan of actual scheduling was 81811.4 seconds or 22.7 hours. The result of period 2 showed that proposed scheduling had minimum makespan, the value was 77373.27 seconds or 21.5 hours, while the makespan of actual scheduling was 80544.30 seconds or 22.4 hours.
Kata Kunci : penjadwalan flow shop, mixed integer programming, algoritma CDS, makespan, newsvendor problem