Laporkan Masalah

EVALUASI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI MINUMAN TEH HIJAU APEL MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING (VSM) (Studi di PT. Regan Indonesia, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta)

ASIH RACHMAYANTI, Ir. Ag. Suryandono, M.App.Sc.

2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Dalam proses produksi, pemborosan dapat terjadi sebagai akibat dari adanya prosesproses yang tidak memberikan nilai tambah. Pemborosan ini menyebabkan penggunaan sumber daya tidak efektif dan efisien, meningkatnya biaya produksi, dan menurunkan produktifitas. Dalam rangka meningkatan dayasaing perusahaan, PT Regan mengusahakan pengurangan pemborosan yang ada sepanjang proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan pada proses produksi, menilai tingkat pemborosan, menentukan pemborosan yang membutuhkan tindakan reduksi, dan menyusun usaha perbaikan untuk mereduksi pemborosan tersebut. Identifikasi dan analisis pemborosan dilakukan dengan pendekatan value stream mapping, dan penilaiannya menggunakan langkah risk rating sesuai standar AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pemborosan berupa cacat produk dan persediaan yang tidak perlu yang masuk ke dalam tingkat extreme risk dimana memerlukan tindakan perbaikan segera. Usaha perbaikan untuk mereduksi kedua pemborosan tersebut dilakukan dengan mengurangi delay allowance operator pengemasan karton, mengatur kembali tata letak ruang produksi, menjalankan mesin pada kecepatan dan kapasitas yang tepat, dan menambahkan satu operator di stasiun pengisian dan pengemasan. Nilai Process Cycle Efficiency proses produksi pada peta kondisi awal adalah 32,40%, sedangkan pada peta kondisi yang diusulkan diperoleh nilai 35,68%.

In the production process, waste can occur as a result of processes that do not add value. This kind of waste led to inefficient use of resources, increasing production costs and decreasing productivity. In order to enhance corporate competitiveness, PT Regan Indonesia seeking to reduce the waste that existed throughout the production process. This study aims to identify waste in the production process, to assess the level of waste, determine the level of waste that requires action, and develop improvement efforts to reduce the waste. Identification and analysis of waste is done with the approach of value stream mapping, and its assessment is done by means of risk rating according to AS/NZS 4360: 2004. The results show the presence of waste in the form of defective products, and unnecessary supplies that go into the extreme level of risk that requires immediate corrective action. Improvement efforts to reduce both waste is done by reducing the delay allowance cardboard packaging operator, rearrange the layout of the production area, running machines at the proper speed and capacity, and add one operator in filling and packaging station. Process Cycle Efficiency value of the production process on the initial state map is 32.40%, while the improvement using future state map give a values of 35.68%.

Kata Kunci : proses produksi, pemborosan, value stream mapping, risk rating


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.