Laporkan Masalah

STRUKTUR TEGAKAN DAN PENGATURAN HASIL DI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus Di Dusun Sumbersari, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang)

KARTIKA RATNA SARI, Teguh Yuwono, S. Hut., M.Sc

2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Hutan rakyat sebagai hutan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, ditujukan untuk menghasilkan kayu atau komoditas ikutannya yang secara ekonomis bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, pengelolaan yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional, kurang mempertimbangkan aspek kelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur tegakan hutan rakyat, potensi kayu pada hutan rakyat Dusun Sumbersari dan besaran volume pohon yang dapat ditebang setiap tahunnya dengan mempertimbangkan asas kelestarian. Penelitian ini dilakukan di hutan rakyat Dusun Sumbersari, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan November 2013 dengan teknik stratifikasi sampling yang membagi hutan rakyat menjadi pekarangan, tegalan, dan alas/ wono. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data persil hutan rakyat secara random, dengan pendekatan pada total luas lahan hutan rakyat. IS (Intensitas Sampling) yang digunakan sebesar 1% pada tegalan dan pekarangan, sedangkan IS untuk alas/ wono sebesar 100%. Perhitungan volume pohon dilakukan dengan menggunakan TBBC (Tinggi Batang Bebas Cabang) dengan asumsi bahwa cabang dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Untuk mengetahui struktur tegakan, dilakukan dengan menghitung jumlah semai, sedangkan sapihan, tiang dan pohon disertai dengan pengukuran diameter dan penaksiran tinggi. Perhitungan etat dilakukan dengan menggunakan rumus Von Mantel. Data yang diperoleh dilapangan diolah menggunakan Microsoft Excel, kemudian dihitung untuk menentukan struktur tegakan, potensi pohon dan etatnya. Dari hasil penelitian menunjukan struktur hutan rakyat Dusun Sumbersari didominasi oleh tingkatan semai dan tiang, sedangkan jenis yang mendominasi adalah jenis Sengon dan Jati. Potensi yang dimiliki pada jenis Jati sebesar 5.538,46 m3, Sengon sebesar 10.251 m3dan jenis campuran sebesar 1.690,78 m3, sedangkan besarnya etat jenis Jati sebesar 738,461 m3 / tahun, jenis Sengon sebesar 4.100,4 m3 / tahun, dan jenis campuran sebesar 676,312 m3 /tahun.

Community forest as a forest built by the community, intended to produce timber or commodity that is economically aims to improve the incomes and welfare of the community. During this time, management is less traditionally consider sustainability aspects. This study aims to determine the structure of forest stands of the people, the potential of the wood on people's forests Sumbersari Hamlet and the amount of volume of trees that can be harvested each year to consider the principles of sustainability. This study was carried out in Hamlet Community forest Sumbersari, Tumpakrejo Village, Kalipare District, Malang Regency. Collecting data in the field was conducted in November 2013 with a stratified sampling technique that divides the yard into a community forest, moor, and alas / Wono. Then proceed with the retrieval of forest parcels by random people, with the approach of the total area of private forest Ahan. IS (Intensity Sampling) which is used by 1% on the moor and the yard, while the IS for alas / Wono at 100%. The calculation of the volume of trees is done by using the TBBC (Free High Trunk Branch) with the assumption that the branches used as firewood. To determine stand structure, carried out by counting the number of seedlings, whereas saplings, poles and trees along with measurement of diameter and height assessment. Calculation etat carried out by using the Von Mantel formula. The data obtained were processed using Microsoft Excel field, then counted to determine stand structure, tree and potential etat. From the results of the study showed the structure of Hamlet Sumbersari community forests dominated by seedlings and pole levels, whereas the dominant species is the type Sengon and Teak. Potential of the type of Teak is 5448.255 m3, Sengon of 10,251 m3 and mixed types of 1690.78 m3, while the magnitude of Teak etat types of 726.434 m3 / year, Sengon kind of 4100.4 m3 / year, and a mixed type of 676.312 m3 / year.

Kata Kunci : Struktur tegakan, pengaturan hasil, hutan rakyat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.