PEMBUATAN PETA ANCAMAN EROSI DENGAN METODE UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) Studi kasus: Sub DAS Keduang, Jawa Tengah
DIAN KRISTIANA T, Ir. Slamet Basuki, M.Si.
2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESISub DAS Keduang merupakan bagian dari DAS Solo yang bermuara di Waduk Gadjah Mungkur, Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat bahaya erosi di Sub DAS Keduang berdasarkan rumus USLE menggunakan analisis Sistem Informasi Geografik (SIG). Berdasarkan rumus yang digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagai dasar perhitungan tingkat bahaya erosi, yaitu peta curah hujan, peta jenis tanah, kemiringan, dan peta penutupan lahan. Pada setiap peta dilakukan klasifikasi menjadi empat atau lima kelas berdasarkan standar tertentu. Proses overlay dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir berupa tingkat bahaya erosi yang dikategorikan menjadi lima kelas yaitu sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi aktual Sub DAS Keduang sebesar 227,192 ton/Ha/th. Lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat meliputi luas 14813,2 Ha atau sebesar 39,45 % meliputi Kecamatan Jatipurno, Kecamatan Jatiroto, Kecamatan Slogohimo, Kecamatan Girimarto, dan Kecamatan Sidoharjo. Satuan lahan dengan prediksi erosi tertinggi adalah P Li 4 V yaitu sebesar 3853,05 ton/ha/th. Faktor erosi yang paling mempengaruhi hasil perhitungan prediksi erosi di Sub DAS Keduang adalah penggunaan lahan berupa ladang tegalan dengan tingkat kelerengan tinggi dan memiliki jenis tanah litosol. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk membuat rencana pengelolaan DAS yang baik.
Keduang Sub Watershed Area is part of Solo Watershed Area,it ends in Gadjah Mungkur Reservoir, Wonogiri. This research was aimed to predict the erosion danger level at Keduang Sub Watershed Area based on the Universal Soil Loss Equation formula, by applying a Geographical Information System analysis. Based on the formula, we used four types of maps, in examples rainfall, soil, slope, and land cover maps. On each map, classification was done to get four to five classes based on a specific factor standard. An overlay process was done to get the final result, in example erosion danger level prediction. The level was classified into five categories those were very heavy, heavy, medium, light, and very light. The results showed that Keduang Sub Watershed Area actual erosion prediction is amount 227,192 ton/Ha/th. The results can be used as a database to make a good planning watershed area management.
Kata Kunci : Peta , Erosi, USLE