SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH
DEBY IFKE, Prof. Dr. Saifuddin Azwar, M.A.
2014 | Tesis | S2 PsikologiMaraknya kasus seks pranikah dikalangan remaja karena kurangnya pendidikan moral serta besarnya pengaruh negatif dari lingkungan. Subjek penelitian ini adalah remaja usia 12-18 tahun di kota Balikpapan. Remaja awal usia 12-14 tahun ada 390 remaja dan remaja tengah usia 15-18 tahun ada 196 remaja. Alat ukur yang digunakan adalah skala sikap seks pranikah remaja. Analisis penelitian ini menggunakan anova tiga jalur. Hasil penelitian ini tidak ada interaksi antara tiga variabel yaitu lokasi tempat tinggal, tahap perkembangan remaja dan jenis kelamin, hanya tahap perkembangan remaja dengan jenis kelamin hasilnya signifikan yang berarti ada interaksi. Kesimpulannya yaitu sikap remaja lebih banyak masuk kategori rendah, namun bila dibandingkan remaja yang tinggal di pedesaan pesisir pantai bersikap lebih menerima seks pranikah daripada remaja yang tinggal di perkotaan. Remaja yang ada pada tahap perkembangan tengah lebih bersikap menerima seks pranikah daripada remaja yang ada pada tahap perkembangan awal. Remaja laki-laki bersikap lebih menerima seks pranikah daripada remaja perempuan
Many cases ofpremaritalsexamong adolescentswere due to lackof moraleducationand the negative influenceofthe environment. The subjects of this research wereadolescentsat12 to 18 years old live in thecity ofBalikpapan. The numbers of early adolescentsat 12 to 14years old are 390 and middle adolescents at 15 to 18 years old are 196. The instrument were used in this research is the scale of adolescents’ attitude toward premarital sex. Three factorial of Analysis of Varian were used to analyze this research. The results of this research show that there was no interaction over three variables like location of residence, stage of development and also gender. But there were an interaction over the adolescents’ stage of development and gender.The conclusion of this research is more of adolescents attitude toward premarital sex were in low category. Adolescents who live incoastal area were higher in the attitude of premarital sex than adolescents who livein urban areas. The attitudes of middle adolescents toward premarital sex were higher than early adolescents. And boys’attitudes toward premarital sex were higher than girls.
Kata Kunci : Sikap remaja terhadap seks pranikah, lokasi tempat tinggal, tahap perkembangan remaja, jenis kelamin.