Laporkan Masalah

PESANTREN MAHASISWI ASMA AMANINA DI YOGYAKARTA KONSEP TAMAN OASE DENGAN TEMA KONTEKSTUALISME Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan

MARUTI ASMAUL HUSNA SUBAGIO, Kurnia Widiastuti, S.T. M.T.

2014 | Skripsi | ARSITEKTUR

Pendidikan Islam menjadi suatu kebutuhan vital bagi para pemuda Islam dewasa ini. Semakin banyak pemuda Islam yang tidak mengetahui hakikat Islam itu sendiri sebagai sebuah sistem hidup. Hal itu terjadi karena adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam tubuh sistem pendidikan umat Islam itu sendiri. Maka, keberadaan suatu Pondok Pesantren yang mewadahi pendidikan Islam bagi kalangan mahasiswa dan mahasiswi yang notabene merupakan kaum intelektual menjadi sangat penting. Agar para pemuda Islam tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan namun juga dapat mengaplikasikan ilmu untuk kebangkitan peradaban umat manusia. Dalam konteks D.I. Yogyakarta, populasi mahasiswa merupakan yang tertinggi di antara provinsi lainnya di Indonesia. Maka, diperlukan hunian kolektif yang semakin banyak untuk mewadahi tempat tinggal mereka. Tidak sekadar hunian kolektif, namun juga harus memiliki konsep pembinaan kaum muda itu sendiri dari aspek spiritual, moral, fisik, dan soaial. Re-desain Pondok Pesantren Mahasiswi (PPMi) Asma Amanina ini mengambil konsep Taman Oase yang didasarkan dari teori kontekstualisme arsitektur. Taman oase menjadi suatu ide orisinil yang diwujudkan dari aspek fisik maupun non fisik makna sebuah oase itu sendiri. Sebagai suatu pondok pesantren, PPMi Asma Amanina menurut penulis belum terlalu maksimal mengembangkan aspek kemanfaatannya bagi masyarakat luas. Hal ini muncul karena benturan kepadatan aktivitas mahasiswa yang tinggi di kampus, sehingga tidak mudah melakukan sosialisasi harian maupun kegiatan rutin bagi masyarakat. Harapan dari penulisan ini, dengan desain yang terencana secara baik PPMi Asma Amanina dapat menjadi sebuah aksen yang menghidupkan lingkungan urban dan memberikan pelayanan pendidikan Islam bagi masyarakat, layaknya oase di tengah kota.

Islamic education is a necessity for the muslim. Now more muslim youth who do not know their religion values as a life system. This dichotomy happens because of there is separation between religion knowledge and common knowledge by a lot of muslim. Islamic Dormitories (Pesantren) that give Islamic environment for the intellectual college students are become so important. So the muslim youth is not just excellent in common knowledge but also they can practice their knowledge to make the civilization resurrection. In D.I.Yogyakarta, college student population is the highest among the other provinces in Indonesia. So, they need more collective houses (dormitories) to facilitate them. The dormitories such as pesantren must have development concept for the youth in spiritual, moral, physic, and social aspects. Asma Amanina redesign as a Women Islamic (Muslimah) College Student Pesantren took Oasis Park concept approach Architecture Contextualism Theory. The Oasis Park as an original idea that appears in the physics and non-physics aspects from the meaning of Oasis Park itself. Such an Islamic dormitory, in the writer opinion, Asma Amanina has not maximed its potency yet for the people around. That happens because of such high activities of students in campus, so it is difficult for them to socialize. The writer hopes Asma Amanina with a planned redesign becomes an accent around an urban area that gives Islamic education as an Oasis in the middle of a city.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.