PENGARUH JARINGAN JALAN DAN GUNA LAHAN TERHADAP HARGA LAHAN DI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA
ANINDA WIDA, Retno Widodo Dwi Pramono, ST., M.Sc.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASejak abad ke-19 bermunculan berbagai teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan. Mulai dari David Ricardo, Von Thunen, Richard Ratcliff, William Alonso, hingga Brian J. Berry. Dari teori-teori yang muncul tersebut, secara khusus Berry menyatakan bahwa selain faktor lokasi, harga lahan juga ditentukan oleh adanya perpotongan jaringan jalan terutama radial road dan ring road. Teori ini sesuai untuk menggambarkan kondisi Kawasan Perkotaan Yogyakarta yang memiliki ring road atau jalan lingkar. Karena pada prinsipnya, peningkatan aksesibilitas suatu kawasan akan diikuti dengan meningkatnya harga lahan di kawasan tersebut. Penelitian ini menjelaskan besaran pengaruh jaringan jalan dan guna lahan terhadap harga lahan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deduktif-kuantitatif-deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu lahan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dan menggunakan 44 data lahan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini berhasil menjelaskan bahwa atribut jaringan jalan dan guna lahan pembentuk harga lahan Kawasan Perkotaan Yogyakarta yaitu: jarak terhadap Malioboro, lebar jalan akses, kelas jalan menurut fungsi, dan penggunaan lahan dominan di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dirumuskan model harga lahan untuk Kawasan Perkotaan Yogyakarta dari variabel jaringan jalan dan guna lahan.
Since early 19th Century, various theories about land price had sprung up, start of David Ricardo, Von Thunen, Roger Ratcliff, William Alonso, to Brian J. Berry. Among them, Berry was the one that specifically states that other than location factor, land price is also defined by presence of roads intersection, especially radial road and ring road. That is why this theory is best suited to The Greater Yogyakarta condition, which has ring road. Principally, an increase in the accessibility of an area (in this case, for example, the road construction or extension) will be followed by an increase in land price on that area. This research was conducted to explain the influence of road network to change of land price in an urban area. As for methods, this research uses deductive-quantitative-descriptive. Its population are lands in The Greater Yogyakarta area. As for samples, this research uses 44 lands’ data. This research concludes that land price of The Greater Yogyakarta is composed by these factors: distance from Malioboro as CBD, road’s width, road’s function, and dominant land use on that area. This research also produces formulation of land price model for The Greater Yogyakarta area from road network variable and land use variable.
Kata Kunci : harga lahan, aksesibilitas, jaringan jalan, guna lahan, model