Kajian Pola Pertanaman Agroforestri Hutan Rakyat Di Dukuh Manggung, Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali
OKTAVIANA DEVI ADIYA, Singgih Utomo S. Hut., Msc.
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANAgroforestri merupakan sistem pengolahan lahan dengan ilmu yang baru namun menggunakan cara lama. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian secara berlanjut dan berkesinambungan agar ilmu dalam agroforestri tetap dapat berkembang sesuai perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk studi tentang pola pertanaman hutan rakyat yang berkembang di masyarakat pada suatu kawasan agroforestri agar dapat memberikan gambaran bentuk agroforestri adaptif dan ideal yang dapat memenuhi fungsi ekonomi, ekologi dan sosial masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Dukuh Manggung , Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Metode yang dilakukan yaitu dengan observasi lapangan sensus 100%. Pengambilan data dilakukan pada 30 plot sampel yang terbagi menjadi 3 stratum berdasarkan luasan kepemilikan lahan. Stratum pertama memiliki luasan lahan kurang dari 1.000 m2, stratum kedua memiliki luasan lahan 1.000 m2 – 2.000 m2 dan stratum ketiga memiliki luasan lahan lebih dari 2.000 m2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pertanaman agroforestri yang dikembangkan di Dukuh Manggung, Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali adalah pola TAB (trees along border) dan pola alternate row. Komposisi tanaman yang ada dapat digunakan untuk produksi hasil kayu yaitu sengon (Paraserianthes falcataria), mahoni (Swietenia macrophylla), mindi (Melia azedarach), waru (Hibiscus tilieceus), jati (Tectona grandis), jabon (Anthocephalus cadamba), untuk produksi perkebunan yaitu cengkeh (Eugenia aromatic) dan produksi tanaman MPTS (Multi Purpose Trees Species) yaitu alpukat (Persea Americana), nangka (Artocarpus heterophyllus), rambutan (Niphelium lappaceum), durian (Durio zibethinus), petai (Parkia speciosa), melinjo (Gnetum gnemon), kaliandra (Calliandra callothyrsus), randu (Ceiba pentandra), sukun (Artocarpus altilis), jambu (Psidium guajava) dan kluwih (Artocarpus camansi). Tanaman kayu yang mendominasi adalah tanaman sengon (Paraserianthes falcataria).
Agro-forestry is a land work system with a new science but use conventional method. Thus, need to be studied continually and continuously in order agroforestry science can still develop agree with time development. Aim of this research is to study about planting pola of citizenry forest which develops in the community of a certain area of agro-forestry in order can give a view of adaptive and ideal agro-forestry form that can fulfillment economy functional, ecology and community social. The research was done at Manggung hamlet, Sukorejo village, district of Musuk, regency of Boyolali, Central of Java. Methods used field observational census 100%. Collecting data is done on the 30 sample plots that are divided into 3 stratums based on land ownership areal wide. The first stratum has land areal wide less than 1.000 m2, the second stratum has land areal wide 1.000 m2 – 2.000 m2, and the third stratum has land areal wide more than 2.000 m2. The research result shows that planting pola of agro-forestry that is developed in the hamlet of Manggung, village of Sukorejo, district of Musuk, regency of Boyolali is TAB with pola (Trees along border), and pola alternate row. Plants composition that is existed can be utilized to produce wood that is Sengon (Paraserianthes falcataria), mahagony (Swietenia macrophylla), Mindi (Melia azedarach), Waru (Hibiscus tilieceus), Hardwood (Tectona grandis), Jabon (Anthocephalus cadamba). To plantation produce such as Clove ( (Eugenia aromatic) and plant product of MPTS (Multi Purpose Trees Species) such as Avocado (Persea Americana), Jackfruit plant (Artocarpus heterophyllus), rambutan (Niphelium lappaceum), Durian (Durio zibethinus), Petai (Parkia speciosa), melinjo (Gnetum gnemon), Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Randu (Ceiba pentandra), Sukun (artocarpus Altilis), Guava (Psidium guajava) dan Kluwih (Artocarpus camansi). Wood plant that is dominant is Sengon (Paraserianthes falcataria).
Kata Kunci : agroforestri, pola pertanaman, hutan rakyat