PENGARUH BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N, P DAN K JAGUNG PADA ABU VULKAN MERAPI
BASYIT WULAN ISTIKAMAH, Prof. Dr. Ir. Azwar Ma’as, M.Sc.
2014 | Skripsi | ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan: 1) mengetahui dan mempelajari pengaruh bahan gambut dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan serapan hara N, P, K tanaman jagung (Zea mays L) pada abu vulkanik. 2) mengetahui hubungan antara kadar hara N, P, K tanah dengan kadar hara N, P, K tanaman pada kedua bahan tersebut dan 3) mempelajari kombinasi terbaik takaran antara pupuk dan abu vulkanik. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Kuningan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yoyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial 2 faktor. Sebagai faktor 1 adalah bahan organik (BO) terdiri dari 7 taraf yaitu tanpa BO (K), BO gambut 5% (250g/5kg abu vulkan) (G1), BO gambut 10% (500g/5kg abu vulkan) (G2), BO gambut 20% (1000g/5kg abu vulkan) (G3), BO pukan 5% (250g/5kg abu vulkan) (K1), BO pukan 10% (500g/5kg abu vulkan) (K2), BO pukan 20% (1000g/5kg abu vulkan) (K3). Faktor 2 adalah pemberian pupuk terdiri dari 2 taraf yaitu petroganik (750kg/Ha) (P) dan urea (400kg/Ha) (PU). Dengan demikian diperoleh 14 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 42 satuan percobaan. Untuk mengetahui pengaruh dari bahan organik terhadap pertumbuhan jagung, data dianalisis dengan Anova pada tingkat signifikan 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 2 bulan, kombinasi bahan organik pukan 10% merupakan media tanam terbaik bagi pertumbuhan tanaman. seiring dengan penambahan gambut nyata menurunkan laju pertumbuhan serta bobot kering trubus dan akar jagung, sebaliknya perlakuan penambahan pupuk kandang nyata meningkatkan ketiga variable tersebut.
The objective of the research was to study the of effect of peat and cow manure on growth and NPK uptake of corn (Zea mays L.) in volcanic ash Merapi. This research was done in green house, Soil Department, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada. The experimental design used was factorial design with 2 factors. The first factor were organic matters (OM) consisting 7 levels: 0% of organic matter (K), 5% of peat (250g/5kg volcanic ash) (G1), 10% of peat (500g/5kg volcanic ash) (G2), 20% of peat (1000g/5kg volcanic ash) (G3), 5% cattle manure (250g/5kg volcanic ash) (K1), 10% of cattle manure (500g/5kg volcanic ash) (K2), 20% of cattle manure (1000g/5kg volcanic ash) (K3). The second faktor was the compsosition of fertilizer consisting two levels: petroganik (750kg/Ha) (P) and urea (400kg/Ha) (PU). Therefore, there were 14 treatments repeated 3 times so that the total treatments were 42 pots. The data were analyzed using ANOVA with 5% significance level and followed by DMRT’s test. Result of the research are cow manure 10% is produce the highest growth rate (40,40 cm/week), cow manure 20% produce the highest NPK uptake (N: 0,20 g/crop; K: 0,24 g/crop; K: 1,6 g/crop). Cow manure give better result t than volcanic ash.
Kata Kunci : abu vulkan, bahan organik, jagung