Laporkan Masalah

EVALUASI PERFORMA TOUR GUIDE BERBAHASA INGGRIS HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA DI TAMAN WISATA CANDI PRAMBANAN

ERWIN DWISASONGKO, Ghifari Yuristiadhi, S.S.

2014 | Tugas Akhir | D3 KEPARIWISATAAN

Indonesia memiliki potensi wisata yang melimpah salah satunya wisata budaya khususnya yang berkaitan dengan bangunan cagar budaya seperti Candi Prambanan. Candi Prambanan merupakan salah satu kawasan yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia ( world heritage) yang dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Namun, warisan budaya ini hanya akan menjadi pemandangan atau objek tontonan saja ketika di lapangan tidak ada yang menceritakan mengenai sejarah candi, filosofi maupun nilai-nilai kearifan lokal, tatanan kehidupan tentang manusia, hewan, tumbuhan bahkan makhluk surgawi digambarkan melalui relief yang terpahat mengelilingi tembok candi dan makna dari setiap bentuk arsitektur candi. Disinilah tugas pramuwisata atau pemandu yang perananya sangat krusial dalam memberikan penjelasan secara langsung kepada wisatawan di lapangan. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antara pengelola dengan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) sehingga kegiatan wisatawan di objek wisata untuk memperoleh informasi tentang sejarah Candi Prambanan tidak mengalami kesulitan. Untuk mengetahui Peran Pramuwisata di kawasan obyek wisata Candi Prambanan dan hubungan kemitraan kerja yang terjalin antara HPI dan PT. Taman wisata Candi, sertamengetahui performa guide yang berdampak pada pelayanan di Taman Wisata Candi Prambanan. Maka dari itu peneliti melakukan beberapa observasi serta wawancara dengan responden wisatawan mancanegara yang menggunakan jasa pramuwisata. Penilaian evaluasi performa pramuwisata menggunakan indikator keriteria guide ideal yang diuraikan dalam bentuk pertanyaan mengenai : a). Penguasaan bahasa, b). Pengetahuan terkait sejarah, arsitektur dan nilai-nilai kearifan lokal, c). Gaya dalam bercerita, d). Sikap dan perilaku dan e). Kemampuan public speaking. Hasil dari penelitian ini hanya ada satu dari delapan sempel guide Taman wisata Candi Prambanan yang mendapat predikat ideal. Secara keseluruhan dari tujuh guide lain untuk gaya bercerita masih jauh dari kata ideal. Hal ini bisa dilihat dari adanya empat responden yang menilai buruk. Sementara untuk sikap dan perilaku guide bisa dikatakan baik dilihat dari sembilan responden yang menilai baik meskipun ada dua responden menilai buruk dan ini masih jauh dari kata ideal. Ada satu dari delapan guide Taman wisata Candi Prambanan yang dijadikan sampel mendapat nilai sangat jauh dari harapan ideal dalam pelayanannya pada hari dimana kegiatan evaluasi berlangsung. Dilihat dari penilaian buruk pada indikator pengetahuan (knowledge), gaya memandu (style), sikap (attitudes) dan public speaking. Kemudian dari hasil penilaian enam belas responden tersebut dijadikan pola berbentuk bintang. Bilamana semakin jelas pola terbentuk, semakin baik nilainya.

Indonesia has abundant tourism potential, one of its kind is cultural tourism which be related to heritage in particular such as temple. The most famous one is Prambanan temple. Prambanan is an area that has been recognized by UNESCO as a world heritage and is managed by PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, and Ratu Boko. Yet, the temple would only become a scenery or art spectacle if there were no somebody who tell the history of the temple, philosophy nor local wisdom values, order of human life, animal, plant, even heavenly creature that been shown through bas-relief surrounding the wall of the temple and mean of each shape of temple structure. Here is the responsibility of tour guide who have crucial roles in giving explanation to the tourist. Because of that, the management needs to cooperate with The Indonesian Tourist Guide Association so that the tourist would not find any difficulty to receiving explanation about the history of Prambanan. In attempt to find out tour guide roles in Prambanan area and partnership working between The Indonesian Tourist Guide Association and PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, and Ratu Boko, also find out the performance of tour guide that affect to services in Taman Wisata Candi Prambanan. So, researcher did some observation and interview with foreign tourist who used tour guide service. The valuation of tour guide performance uses criteria of ideal guide indicator that been described in some question about: a). language ability, b). knowledge of history, architecture, and local wisdom values, c). style of telling story, d). attitude and behavior, e). public speaking ability. The result of this research shows there is only one out of eight tour guide sample who has ideal criteria of telling story style, whereas the rest are not. It could be seen from the four respondents who gave bad valuation. Meanwhile, for attitude and behavior, nine respondents rated „good‟ though the other two did not. There was one tour guide who have bad performance at the time of evaluation was held. It could be seen from the valuation of knowledge, style, attitudes, and public speaking. And then, the result of sixteen respondents would be drawn in star-shaped design. By meaning the clearer the shape, the better the value.

Kata Kunci : Evaluasi Performa, guide ideal, Taman Wisata Candi Prambanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.