Laporkan Masalah

Hubungan Asupan Kalsium dan Serat dengan Kejadian Kanker Kolorektal

NINA ADLINA AFRAH, Dr. dr. Akhmad Makhmudi, Sp.B, Sp.BA

2014 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Prevalensi kanker kolorektal mengalami peningkatan yang signifikan selama 20 tahun terakhir. Kanker kolorektal adalah penyakit keganasan yang angka mortalitasnya sangat tinggi. Seiring dengan berubahnya gaya hidup masyarakat ke arah sedenter, kasus kanker kolorektal semakin banyak ditemui. Rendahnya asupan kalsium dan serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker kolorektal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan asupan kalsium dan serat dengan kejadian kanker kolorektal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case-control dengan matching variabel jenis kelamin. Subjek penelitian yaitu pasien RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta berusia 18 tahun ke atas sebanyak 78 responden yang terdiri dari 39 kasus dan 39 kontrol yang dipilih dengan metode consecutive sampling pada bulan Agustus 2013 - Desember 2013. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner frekuensi makanan semikuantitatif untuk melihat asupan kalsium dan serat. Hasil: Rata-rata asupan kalsium harian pada kelompok kasus adalah 420,697±30,9923 mg, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 463,897± 46,7321 mg. Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dengan kejadian kanker kolorektal (p=0,282; OR=1,796; CI=0,613-5,261). Ratarata asupan serat harian pada kelompok kasus adalah 12,528 ± 5,7699 g, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 12,656 ± 7,8940g. Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dengan kejadian kanker kolorektal (p=0,745; OR= 1,236; CI= 0,344-4,446). Kesimpulan: Pada penelitian ini, tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium dan serat dengan kejadian kanker kolorektal.

Background: The prevalence of colorectal cancer has been significantly increased within the last 20 years. Colorectal cancer is a malignant disease with high mortality rate. Along with a life style change into sedentary ones, this case is likely often found in our society. Low intake of calcium and fiber are some of these risk factors in colorectal cancer. Objective: This study aimed to determine the association between calcium intake and dietary fiber with colorectal cancer Method: This is an observational study using case-control design with matching on gender. This study was conducted in August 2013 - December 2013 in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. The subject of this study was men or women aged above 18 years old who are patients hospitalized at RSUP Dr. Sardjito. We took 78 respondents that consist of 39 respondents as a control group and 39 respondents as a case group with a consecutive sampling method to complete the semiquantitative food frequency questionnaire to evaluate dietary calcium and fiber intake. Results: The average of daily calcium intake in case group was 420.697±30.9923 mg and in control group was 463.897± 46.7321 mg. There was no significant association betweencalcium intake and colorectal cancer (p=0.282; OR=1.796; CI=0.613-5.261). The average of dietary fiber intake in case group was 12.528± 5.7699 g and in control group was 12.656 ± 7.8940 g. There was no significant association between dietary fiber intake and colorectal cancer (p=0.745; OR= 1.236; CI= 0.344-4.446). Conclusions: In this case-control study, calcium intake and dietary fiber intake were not associated with colorectal cancer.

Kata Kunci : asupan kalsium, asupan serat, kanker kolorektal, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.