Laporkan Masalah

PENGARUH PERMAINAN BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK DI HUNIAN TETAP CANGKRINGAN SLEMAN

ARIFIN TRIYANTO, Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes

2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 di Kabupaten Sleman mengakibatkan trauma psikologis yang dapat muncul lebih dari 10 tahun. Populasi yang rentan terhadap dampak tersebut adalah anak prasekolah. Gejala yang muncul pada anak prasekolah adalah menurunnya tingkat kemandirian. Anak cenderung tergantung kepada pengasuh. Hal tersebut perlu ditangani agar perkembangan anak tidak terganggu. Salah satu upaya penanganan untuk meningkatkan kemandirian anak adalah dengan permainan berbasis kearifan budaya lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan berbasis kearifan budaya lokal terhadap tingkat kemandirian pada siswa Taman Kanak-kanak di hunian tetap Cangkringan Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2014. Sampel merupakan anak berusia 4-6 tahun dari 2 Taman Kanak-kanak sekitar hunian tetap yang terdiri dari 49 anak kelompok intervensi dan 49 anak kelompok kontrol. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji parametris t-test. Hasil: Terdapat perbedaan skor kemandirian yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sebelum pemberian intervensi permainan berbasis kearifan budaya lokal, skor kemandirian kelompok intervensi 81,79±8,43 dan kelompok kontrol 82,36±7,94. Setelah intervensi skor kemandirian anak pada kelompok intervensi 85,89±8,13 (p=0,001) dan pada kelompok kontrol 82,71±6,99 (p=0,410). Kesimpulan: Terdapat pengaruh permainan berbasis kearifan budaya lokal terhadap tingkat kemandirian pada siswa Taman Kanak-Kanak di hunian tetap Cangkringan Sleman.

Background: Mount Merapi Eruption 2010 in Sleman affected psychological trauma that can appear more than 10 years. The population that susceptible to this impact is preschool children. Symptom that appear on preschool children is decrease their independent level. Children more dependent to the caregiver. This conditions need to manage in order that there is no interfere on child development. One of the effort to increased independent level of child is local cultural wisdom games. Objective: The study aimed to identify influence games based on local cultural wisdom to independet level of kindergarten student at dwelling in Cangkringan Sleman. Method: The study was quasi experimental with pre-test and post-test control group design. The study carried out on February-April 2014. Sample was children age 4-6 years old from 2 kindegarten near the dwelling that consist of 49 children intervention group and 49 children control group. Data of this study analized with parametric t-test. Result: There was significant difference between intervention group and control group. Before intervention of local cultural wisdom games, child independent score in intervention group was 81,79±8,43 and control group was 82,36±7,94. After intervention, child independent score in intervention group was 85,89±8,13 (p=0,001) and control group was 82,71±6,99 (p=0,410). Conclusion: There was influence of gemes based on local cultural wisdom to independent level of kindergarten student at dwelling in Cangkringan Sleman.

Kata Kunci : permainan, kemandirian anak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.